Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Trans Samarinda di Karnaval Budaya Nusantara Samarinda Sebatas Prototipe

Denny Saputra • Minggu, 24 Agustus 2025 | 12:08 WIB

 

Salah satu bus Trans Samarinda ikut dalam iring-iringan pawai Kanaval Budaya Nusantara dalam rangkaian HUT ke 80 RI di Samarinda, Sabtu (23/4/2025).   
Salah satu bus Trans Samarinda ikut dalam iring-iringan pawai Kanaval Budaya Nusantara dalam rangkaian HUT ke 80 RI di Samarinda, Sabtu (23/4/2025).  
 

SAMARINDA – Pawai Karnaval Budaya Nusantara yang digelar Sabtu (23/8) tak hanya diwarnai parade seni dan budaya. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda ikut ambil bagian dengan menurunkan dua bus berukuran sedang dan satu unit mobil Toyota Hiace. Kehadiran bus bertuliskan “Trans Samarinda” sontak menarik perhatian warga yang memadati rute pawai.

Tak sedikit masyarakat, terutama anak-anak, yang penasaran hingga mendekat dan menyentuh badan bus berwarna merah itu. Bahkan, di media sosial, penampakan bus tersebut sempat ramai diperbincangkan. Banyak yang mengira, layanan transportasi massal itu sudah resmi beroperasi di Kota Tepian.

Namun, Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu menegaskan bahwa armada tersebut masih sebatas prototipe. Karena usulan anggaran masih menunggu persetujuan wali kota. “Dari sisi teknis kami sudah siap, tapi semua tergantung keputusan pak wali,” jelas Hotmarulitua ketika dikonfirmasi, Minggu (24/8).

Menurutnya, keikutsertaan Dishub dalam karnaval bukan sekadar memeriahkan acara, tetapi juga untuk mengenalkan konsep Trans Samarinda kepada publik. Hal itu sebagai bentuk sosialisasi awal, agar masyarakat tahu seperti apa wujud busnya. “Mumpung ada momentum pawai, kami manfaatkan untuk cek respons warga,” terangnya.

Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa bus Trans Samarinda nantinya akan menggunakan sistem pintu depan untuk masuk dan pintu tengah untuk keluar, lengkap dengan fasilitas tap-in tap-out bagi penumpang. Selain armada utama, juga disiapkan kendaraan feeder seperti Hiace untuk menjangkau jalan-jalan kecil, perumahan, maupun kawasan padat penduduk. “Contohnya di Jalan Pramuka, Loa Bakung, atau permukiman lain yang tidak bisa dilalui bus besar,” jelasnya.

Rencana desain badan bus pun sudah diarahkan langsung oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun. Nuansa merah dipilih sebagai identitas, sekaligus penanda bahwa layanan ini berbeda dengan angkutan umum konvensional yang sudah ada.

Meski baru sebatas prototipe, antusiasme warga yang menyaksikan pawai menjadi sinyal positif. Sejumlah orang tua bahkan sempat berfoto bersama anak-anak mereka di depan bus. “Itu juga yang jadi catatan kami, bahwa kebutuhan transportasi publik yang nyaman dan modern di Samarinda memang sangat ditunggu,” singkatnya.

Dishub berharap, setelah usulan anggaran disetujui, layanan Trans Samarinda dapat segera dihadirkan sebagai alternatif mobilitas warga. Dengan demikian pemerintah hadir memberikan layanan transportasi yang lebih baik dan terintegrasi. “Kalau masyarakat sudah menunggu, berarti tugas kami memastikan program ini bisa terealisasi,” tandasnya.

Sebagai informasi, Dishub Samarinda telah membuat perencanaan penganggaran kebutuhan transportasi publik. Salah satunya dengan skema beli layanan atau buy the services (BTS). Pada tahap pertama dibutuhkan Rp 28 miliar per tahun untuk bus konvensional dan Rp 34 miliar per tahun untuk bus listrik. (*)

Editor : Sukri Sikki
#nusantara #karnaval budaya #dishub samarinda