KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pembangunan drainase di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, terus dikebut. Saat ini progres fisik sudah menembus 80 persen, menyisakan sekitar 75 meter pekerjaan yang berada di kawasan Juanda 3, tepatnya sebelum gedung perkantoran Graha Ruhui.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek drainase Jalan Ir H Juanda dari bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Samarinda Khanif Priyo Utomo menjelaskan drainase utama yang sedang dibangun memiliki spesifikasi panjang 750 meter, lebar dalam 2,4 meter, dan tinggi dalam 1,8 meter.
Proyek ini juga dilengkapi dengan lapisan trotoar andesit sebagai penyempurna. “Kalau konstruksi utama rampung, jalur trotoar di kiri-kanan juga akan lebih rapi. Nantinya terhubung sampai arah kampus Untag 1945 Samarinda,” ujarnya, Senin (1/9).
Pekerjaan drainase Juanda terbagi dalam empat titik. Mulai dari hilir di outlet Sungai Karang Asam Kecil (samping kantor Bank Mandiri), berlanjut ke depan diler Suzuki-Kampus UMKT, depan rumah dinas Imigrasi hingga kantor DJKN, lalu menuju depan gedung Kantine Resto and Lounge.
“Sekarang posisi galian ada di sekitar Graha Ruhui. Mudahan segera tersambung sampai ke Untag. Tim teknis di lapangan sudah berupaya maksimal,” jelas Khanif.
Ia menambahkan, progres utama ditargetkan rampung Oktober mendatang, termasuk pekerjaan konstruksi drainase dan trotoar. Meski begitu, perapian pagar milik warga maupun instansi diperkirakan baru bisa selesai hingga akhir tahun.
“Ada kendala pipa berdiameter besar di sekitar kantor Imigrasi. Itu membuat tim harus lebih hati-hati saat menggali,” tambahnya.
Proyek drainase Juanda ini menelan anggaran Rp34 miliar yang dialokasikan tahun ini. Pemerintah menaruh harapan besar agar jalur tersebut mampu mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan padat aktivitas.
Meski begitu, Khanif mengakui pekerjaan ini belum menjadi jawaban akhir untuk banjir di kawasan Juanda. Masih dibutuhkan jaringan drainase lanjutan agar aliran air bisa lebih lancar menuju sungai.
“Target rampung Desember 2025. Tapi kalau ditanya apakah bisa menuntaskan banjir Juanda, jawabannya belum. Tahun ini memang belum bisa tuntas,” tegasnya.
Dengan capaian 80 persen saat ini, pihaknya optimistis akhir tahun masyarakat sudah bisa melihat hasil nyata. “Paling tidak arus air lebih cepat surut. Sisanya akan dituntaskan bertahap. Menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo