KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Rencana pembangunan marka zebra cross di Jalan Ir H Juanda, tepatnya akses menuju SMA 5, SMA 3, dan SMP 4 Samarinda, kecamatan Samarinda Ulu masih tertahan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mengaku sudah siap dari sisi anggaran maupun teknis, namun harus menunggu restu dari pemerintah pusat.
Kepala Seksi Prasarana Jalan Dishub Samarinda Rinjani Kusuma menyebut, pemasangan zebra cross di kawasan sekolah sangat mendesak dilakukan. Diakuinya pihaknya sebenarnya siap melaksanakan segera. Namun karena status jalan Juanda merupakan kewenangan pusat, maka harus ada koordinasi dulu dengan Kementerian Perhubungan melalui BPTD.
“Koordinasi sudah dilakukan dan survei lapangan juga sudah mereka laksanakan, sekarang kami menunggu kepastian,” ujarnya, Jumat (12/9).
Rinjani menegaskan, pihaknya tidak bisa sembarangan menambah marka jalan di ruas protokol. Jika terlalu banyak, justru dikhawatirkan menimbulkan antrean kendaraan. Karena itu, perencanaan harus matang. “Kita sudah siapkan anggaran, hanya tinggal pelaksanaan. Untuk lokasi sekolah biasanya biayanya lebih besar karena ada tambahan fasilitas seperti warning light, rambu, dan pelandaian median jalan yang cukup tinggi. Estimasi sekitar Rp150 juta,” jelasnya.
Menurut dia, anggaran pembuatan marka zona selamat sekolah (ZoSS) telah dialokasikan dalam APBD murni 2025, dengan jumlah enam titik. Nah untuk pembuatan marka zebra cross untuk sekolah bisa menggunakan anggaran itu. “Tetapi kalau izin di sana terlalu lama, kami alihkan ke titik lain,” terangnya.
Meski begitu, Dishub tetap mengupayakan agar pekerjaan di Juanda bisa lebih dulu dilaksanakan. Salah satunya dengan melakukan pelandaian median jalan sebagai persiapan awal. “Kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Yang jelas, kalau tidak jadi di Juanda tahun ini, ya kita maksimalkan di titik lain yang sama-sama membutuhkan,” imbuh Rinjani.
Ia menambahkan, Dishub juga memperhatikan ruas jalan provinsi yang tidak tercover anggaran di tingkat provinsi. Jika memungkinkan, Dishub Samarinda akan mengusahakan pembiayaannya. “Prinsipnya, kami ingin memastikan keselamatan siswa di kawasan sekolah tetap terjamin. Makanya butuh respon cepat dari pusat agar program ini tidak tertunda,” ucapnya.
Dia menambahkan titik zebra cross lain yang diusulkan yakni di jalan poros Samarinda-Bontang tepatnya di depan SMP 19. Lokasi ini juga sudah pernah ditinjau sebelumnya, namun sama-sama belum mendapat restu dari pusat. “Dua tempat ini paling urgen. Dua-duanya sudah ditinjau, tapi belum ada jawaban dari pusat,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani