Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tersangka Bom Molotov Bertambah, Polisi Masih Buru Dua Terduga Pelaku Lainnya, Begini Sosok Penampilannya

Eko Pralistio • Senin, 15 September 2025 | 15:41 WIB
TAMBAHAN: Terkait kasus bom molotov di FKIP Universitas Mulawarman Samarinda, polisi merilis tersangkanya baru, dan masih memburu pelaku lainnya.
TAMBAHAN: Terkait kasus bom molotov di FKIP Universitas Mulawarman Samarinda, polisi merilis tersangkanya baru, dan masih memburu pelaku lainnya.

KALTIMPOST.IDSAMARINDA-Perkembangan kasus perakitan 27 bom molotov yang ditemukan polisi pada Minggu (31/8), di sekretariat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman, jumlah tersangkanya bertambah.

Semula polisi menetapkan empat mahasiswa sebagai tersangka. Mereka adalah F (20), MH alias R (20), MAG alias A (20), AR alias R (21), yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unmul.

Mereka diduga merakit 27 bom molotov menjelang aksi demonstrasi yang digelar pada Senin (1/9) di gedung DPRD Kaltim. Kamis (4/9), polisi kembali menetapkan dua tersangka, N (38) dan AJM alias L (43), yang ditangkap di perkebunan milik keluarga N, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.

Senin (15/9), polisi kembali merilis tersangka berinisial SE alias Erik (40). SE diamankan di Kecamatan Long Bagun, Mahakam Ulu, Jumat (12/9) lalu. Erik merupakan warga Samarinda. Dia juga pernah menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Unmul tahun angkatan 2006. Enam tahun berselang, Erik tak lulus-lulus dan akhirnya di DO (drop out).

"Bahwa SE (Erik) berperan hampir mirip dengan kedua tersangka sebelumnya, N dan L. Inisiator dan perencana bom molotov," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, Senin (15/9).

Lebih detailnya, lanjut Hendri, Erik ikut merencanakan pembuatan bom molotov bersama N dan L, serta dua orang yang disebut mister X dan Y yang masih dalam pengejaran polisi. Mereka merencanakan di sebuah warung kopi di Jalan M Yamin, Samarinda Ulu.

"Dia juga donatur untuk membeli seluruh material bom molotov. Mulai bahan bakar, kain perca, botol, menggunakan uangnya," tegas Hendri.

Selain itu, Erik juga yang menyiapkan sebuah mobil untuk membeli bahan material. Mobil itu milik kekasih Erik. "Namun, pacarnya tidak mengetahui kalau akan digunakan membeli material bom molotov," tuturnya.

Erik sudah menyadari dirinya sedang dicari polisi. Karena itu, dia pergi ke Mahakam Ulu. Disinggung pekerjaan tersangka, kesehariannya sebagai sopir travel. "Rute Samarinda-Sangatta," jelasnya.

Hendri menggarisbawahi, hasil penyelidikan tersebut hampir dipastikan ada keterkaitan antara aksi anarkis yang terjadi di Jakarta, Makassar, dan Bandung. "Sejauh ini dipastikan ada keterkaitan aksi-aksi anarkis lainnya. Mereka mengakses sama-sama ke akun salah satu kelompok anarkis dari aksi tersebut," tuturnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#tersangka #bom molotov #pelaku #samarinda