KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Warga Samarinda diguncang keresahan. Sebuah rekaman CCTV yang viral di media sosial memperlihatkan aksi sekelompok orang tak dikenal (OTK) menyasar rumah kosong di kawasan Sungai Kunjang.
Dalam rekaman, empat hingga lima pelaku tampak datang berboncengan motor tanpa pelat nomor. Wajah mereka tertutup helm dan masker. Sebagian terlihat mengetuk pintu rumah, sementara lainnya berjaga dan mengawasi sekitar. Saat kondisi rumah kosong, kawanan itu dengan leluasa membobol dan menggasak barang berharga.
Aksi tersebut membuat warga waswas. Modus yang terkesan rapi dan terencana memunculkan kekhawatiran kejadian serupa meluas ke kawasan lain.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menegaskan, pihaknya bergerak cepat. Dia sudah memerintahkan seluruh jajaran meningkatkan patroli permukiman. “Penanganan tidak bisa hanya Reskrim. Binmas harus turun memberi imbauan, Samapta wajib patroli rutin. Instruksi sudah saya sampaikan,” tegasnya.
Hendri juga mengingatkan warga agar tak gegabah menerima tamu asing. “Kalau ada orang tak dikenal mengetuk pintu, jangan langsung dibuka. Apalagi kalau di rumah hanya ada perempuan atau anak-anak. Waspada adalah kuncinya,” pesannya.
Polisi menilai aksi itu jelas terencana. Penggunaan helm, masker, dan motor tanpa nomor polisi menunjukkan upaya sistematis menutupi identitas. “Mereka tahu CCTV sudah banyak, karena itu semua disamarkan. Itu yang membuat masyarakat harus ekstra hati-hati,” jelas Hendri.
Saat ini polisi tengah menelusuri rekaman CCTV dan keterangan warga sekitar. Di sisi lain, pihaknya menekankan pentingnya mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).
“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Siskamling harus dihidupkan. Ronda malam dan pos jaga warga masih efektif untuk menekan kriminalitas,” imbuhnya.
Fenomena teror OTK menjadi alarm bagi keamanan kota. Aparat memastikan patroli terus ditingkatkan, penyelidikan berjalan, dan para pelaku diburu. “Yang terpenting masyarakat jangan takut melapor bila melihat hal mencurigakan,” pungkas Hendri. (*)
Editor : Dwi Restu A