KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Patroli malam gabungan Satpol PP Samarinda bikin heboh beberapa waktu lalu. Dari hasil razia yang digelar hingga tengah malam, petugas mengamankan 30 orang atau 15 pasangan bukan suami-istri dari sejumlah penginapan dan indekos.
Operasi itu dipimpin langsung Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini, dan melibatkan TNI, Polri, serta Polisi Militer. Tim gabungan menyisir empat titik yang selama ini disebut rawan pelanggaran norma sosial dan hukum daerah.
Hasilnya petugas menemukan pasangan tak resmi di empat lokasi, yakni GH Vivo di Jalan Kebaktian (8 pasangan), Hotel Merdeka (1 pasangan), Hotel Temindung di Jalan Pelita (4 pasangan), dan Indekos Rosita di Jalan Antasari, Gang 2 (4 pasangan).
“Kami lakukan patroli rutin, monitoring sekaligus penegakan perda. Dari empat lokasi, ada 15 pasangan bukan suami-istri kami amankan,” kata Anis pasca-operasi.
Dari pemeriksaan awal, sebagian pasangan ternyata bukan warga Samarinda. Bahkan ada yang tidak membawa KTP sama sekali. “Ada yang ngaku nikah siri tapi enggak bisa tunjukkan suratnya. Ada juga yang bilang KTP-nya rusak, atau malah enggak punya identitas sama sekali,” lanjutnya.
Seluruh pasangan kini dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan diperiksa lebih lanjut penyidik Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah (PPUD). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan identitas dan status hubungan masing-masing. “Kalau terbukti melanggar, tentu akan kami proses sesuai aturan,” ujar Anis.
Menariknya, petugas menemukan pasangan dengan rentang usia yang cukup ekstrem, mulai yang masih muda sampai yang sudah berumur. “Ada yang masih muda, ada juga yang kakek-kakek. Tapi tidak ada yang di bawah umur,” jelasnya.
Anis juga menyoroti maraknya penggunaan aplikasi daring untuk mencari pasangan tanpa ikatan resmi, seperti MiChat. Beberapa pasangan yang terjaring bahkan mengaku berkenalan lewat aplikasi tersebut. “Kami temukan beberapa yang kenal lewat aplikasi hijau (Michat). Itu rawan disalahgunakan, jadi perlu kami awasi juga,” ungkapnya.
Selain menjaring pasangan tak resmi, tim juga mengamankan seorang manusia silver perempuan yang disebut “legendaris” karena sering tertangkap tapi selalu kembali beraksi di jalanan. “Kami amankan lagi manusia silver yang sama. Nanti akan kami serahkan ke pihak berwenang untuk dibina,” kata Anis.
Patroli malam bukan sekadar tindakan tegas, tapi bagian dari upaya menjaga moral, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat. “Kami ingin warga merasa aman dan tidak resah. Penertiban seperti itu bagian dari tanggung jawab kami menjaga ketertiban umum di kota,” tutupnya. (*)
Editor : Dwi Restu A