KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Aktivitas pengujian beban fondasi proyek Terowongan Samarinda di Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, menuai keluhan warga. Sejumlah rumah di RT 19 dilaporkan mengalami retak-retak. Rabu (15/10) malam, warga sempat menggelar aksi protes hingga larut malam.
Bily, Project Manager dari kontraktor pelaksana mengakui adanya kesalahpahaman antara pihak proyek dan warga. Dia menjelaskan, aktivitas yang dilakukan bukan pemancangan atau penurapan, melainkan pengujian fondasi (pile driving analysis).
“Uji beban untuk mengukur kekuatan fondasi. Kegiatan seperti itu lazim dilakukan, tidak hanya di bangunan gedung, tapi juga pada infrastruktur seperti jalan,” jelas Bily.
Ia mengakui, waktu pelaksanaan yang dilakukan malam menjadi pemicu keresahan warga. “Mungkin karena dikerjakan malam hari saat warga sedang beristirahat, sehingga terjadi miskomunikasi. Kami mohon maaf sebesar-besarnya,” tambahnya.
Pengujian fondasi tersebut hanya dilakukan dua kali tumbukan dalam rentang waktu sekitar tiga menit, dan berlangsung di luar area terowongan. “Sekarang sudah selesai, tidak ada lagi pengujian. Pekerjaan dilanjutkan ke bagian struktur atas,” tutupnya. (*)
Editor : Dwi Restu A