Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

PKL Dibuat Tak Berdaya, Satpol PP Samarinda Ingin Kawasan Islamic Center Bersih, Pedagang Keluhkan Penertiban Tak Adil

Eko Pralistio • Selasa, 4 November 2025 | 16:45 WIB
DITERBITKAN: Pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan taman dan halaman Masjid Islamic Center Samarinda kembali ditertibkan Satpol PP.
DITERBITKAN: Pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan taman dan halaman Masjid Islamic Center Samarinda kembali ditertibkan Satpol PP.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan taman dan halaman Masjid Islamic Center Samarinda, kembali ditertibkan Satpol PP, Selasa (4/11).

Penertiban itu disebut bagian dari upaya menjaga ketertiban dan menata wajah kota. Namun, di balik operasi yang rutin dilakukan, tersisa persoalan lama, yakni tarik-ulir antara aturan dan ruang hidup ekonomi rakyat kecil.

Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini yang mengklaim sebelum penertiban dilakukan, para pedagang sudah diimbau namun kerap diabaikan. Padahal, petugas sudah berulang kali memberi peringatan baik secara lisan maupun tulisan. "Sudah sering kali anggota kami mengimbau. Karena petugas kami itu ada yang patroli 24 jam di situ (depan Masjid Islamic Center)," ucapnya.

Anis melanjutkan, Satpol PP ingin kawasan Islamic Center menjadi salah satu titik prioritas penataan. Selain karena berada di jantung kota, area tersebut juga merupakan salah satu ikon wisata di Samarinda. Karena itu, dirinya ingin area tersebut bersih dari aktivitas perdagangan kaki lima.

“Saya ingin kawasan itu bersih. Dari Teras Samarinda sampai Taman Bebaya, juga depan Islamic Center tidak ada PKL di atas trotoar,” ujarnya.

Namun, penertiban kali ini tidak berjalan tanpa kendala. Beberapa pedagang disebut sempat melawan atau menghalangi petugas saat lapaknya hendak diangkut. Anis mengaku kondisi seperti itu kerap terjadi. “Kalau petugas terus dihalangi, bagaimana kota bisa tertib, aman, dan kondusif,” katanya.

Soal keluhan pedagang yang menuding ada tebang pilih dalam penertiban, Anis membantah. Dia mengklaim, truk pengangkut Satpol PP saat itu sudah penuh, sehingga tidak semua gerobak bisa langsung dibawa. “Secara kasatmata memang ada yang belum diangkut, tapi payung dan KTP pedagang sudah kami amankan. Nanti saat mereka datang ke kantor, gerobaknya juga akan kami bawa,” jelasnya.

Anis juga menepis tudingan petugas mengambil uang milik pedagang saat penertiban berlangsung. "Itu tidak benar. Saya sendiri yang memimpin. Tidak ada uang yang diambil. Itu hanya tuduhan sepihak,” tegasnya.

Namun, di sisi lain, sejumlah pedagang mengaku kecewa dengan cara Satpol PP menegakkan aturan. Salah satunya Mukaroman, pedagang tahu gunting yang lapaknya ikut diangkut.

“Kenapa gerobak saya diambil, sementara pedagang lain di depan masjid tidak. Berarti ada permainan itu. Saya cuma ingin gerobak saya dikembalikan,” singkatnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#satpol pp #penertiban #samarinda #Liar #pkl