SAMARINDA - Pemkot Samarinda membenahi kawasan Balai Kota Samarinda lewat pembangunan area taman terpadu yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Proyek bernilai besar ini dikerjakan dua tahun anggaran, dengan total biaya mencapai Rp 34,6 miliar.
Sepanjang 2024, alokasi sebesar Rp 9,6 miliar digelontorkan untuk pekerjaan struktur dan fondasi. Sementara tahun ini, sebesar Rp 25 miliar difokuskan untuk penataan lanskap taman dan pembangunan gedung pertemuan.
Kepala DPUPR Samarinda Desy Damayanti menjelaskan bahwa pengerjaan masih berlangsung dengan progres yang sesuai rencana. Targetnya selesai akhir tahun, karena dua tahap pekerjaan sudah disusun.
“Tahun pertama fokus pada fondasi dan struktur tanah karena sebelumnya area ini merupakan lahan bekas pepohonan,” ujarnya, dikonfirmasi, Kamis (20/11).
Pada tahap lanjutan di tahun ini, pekerjaan diarahkan ke pembentukan taman atau pekerjaan landscape, taman, parkir kendaraan roda dua dan roda empat, pekerjaan ramp menuju area parkir, jembatan, dan gedung ruang pertemuan.
“Sementara ini tidak ada kendala berarti. Lanskap, taman, dan ruang pertemuan berjalan sesuai jadwal,” jelasnya.
Ruang pertemuan yang dibangun dirancang bersifat umum dan fleksibel. Kapasitasnya dapat menampung lebih dari 50 orang, dilengkapi selasar, dan dapat digunakan untuk agenda formal maupun non-formal. Pemanfaatannya nanti akan berada di bawah koordinasi Bagian Umum Sekretariat Daerah.
“Bisa saja untuk kegiatan-kegiatan pemerintah. bahkan bisa juga untuk menyambut tamu-tamu pimpinan,” singkatnya.
Desy berharap seluruh pekerjaan bisa rampung tepat waktu sehingga taman Balai Kota dapat segera dimanfaatkan publik. Ia tak menutup kemungkinan adanya penyesuaian bila ditemukan kendala teknis di lapangan.
“Kalau pun tidak selesai sesuai target, berarti ada masalah yang memang harus diselesaikan. Tapi sejauh laporan yang kami terima, semuanya masih dalam batas aman,” tegasnya.
Proyek ini diharapkan menjadi ruang publik baru yang merepresentasikan wajah pemerintahan sekaligus ruang interaksi warga di jantung kota. Sebagaimana laporan terkini, pekerjaan tahap kedua ini progresnya mencapai 87 persen.
“Dengan penataan lanskap dan fasilitas pertemuan yang lebih memadai, kawasan balai kota diproyeksikan menjadi titik aktivitas baru yang lebih representatif dan ramah masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan