SAMARINDA - Progres pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Insinerator di Samarinda terus bergerak. Setelah seluruh 10 unit insinerator tiba di kota dan ditempatkan sementara di TPS Insinerator Folder Air Hitam, kini peralatan mulai dikirim ke titik pembangunan yang lahannya telah siap.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Suwarso, Jumat (21/11). “Yang di Folder Air Hitam sudah mulai dirakit. Unit-unit itu akan dikirim ke rencana lokasi pemasangan yang lahannya sudah siap. Makanya kami mempersiapkan tenaga keamanan. Kalau barang sudah bergeser kan harus disiapkan sekuritinya,” terang Suwarso.
Dari pemantauan DLH, belum semua lokasi TPS insinerator siap menerima unit karena masih ada tahapan pembenahan lahan. Salah satunya di Samarinda Seberang. “Lahannya belum siap. Perlu waktu penyelesaian. Di Loa Janan juga agak bergeser sedikit, perlu waktu. Tapi teman-teman tetap optimis di akhir Desember sudah terpasang,” tambahnya.
Sejauh ini satu lokasi telah memastikan perakitan unit mesin. “Setelah pemasangan di Folder Air Hitam, ada juga yang dikirim ke Jalan Nusyirwan Ismail (Ring Road 2). Di situ dipasang dua unit. Unitnya sudah dikirim. Kami siapkan pengamanan sambil menunggu proses rekrutmen petugas pengelola insinerator,” jelas Suwarso.
Perubahan lokasi pemasangan juga sempat terjadi pada satu titik. Rencana awal insinerator ditempatkan di depan SMP 38 batal karena terlalu dekat dengan sekolah. Lokasi dipindah ke Gedung Gulat, namun kembali terkendala.
“Untungnya konstruksi di Ring Road 2 memungkinkan dua unit sekaligus. Jadi akhirnya dipasang dua unit insinerator di sana untuk backup wilayah Sungai Kunjang,” terangnya.
Selain kesiapan unit, DLH juga tengah menuntaskan proses rekrutmen petugas pengelola insinerator. Untuk gaji, Suwarso menegaskan belum dapat dipastikan karena proses rekrutmen masih berlangsung. “Petugas direkrut dari kecamatan. Setelah diseleksi dan memenuhi kuota, diberikan pelatihan pengelolaan, pemeliharaan, dan safety,” katanya.
Masyarakat yang berminat dapat mendaftar melalui camat masing-masing, namun hanya untuk kecamatan yang memiliki TPS insinerator. “Insinerator tidak ditempatkan di seluruh kecamatan. Contohnya Samarinda Kota tidak diperlukan insinerator,” tutupnya.
Dengan pemasangan yang terus berjalan dan kesiapan SDM yang dipercepat, Pemerintah Kota menargetkan insinerator dapat beroperasi segera sebagai salah satu langkah percepatan penanganan sampah di Samarinda. (*)
Editor : Sukri Sikki