Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perbaikan Longsor Inlet Terowongan Samarinda Masuki Tahap Lanjutan, Panjang Perbaikan Ditambah 72 Meter

Denny Saputra • Minggu, 23 November 2025 | 17:25 WIB

CARI AMAN: Konstruksi panjang terowongan Samarinda di sisi inlet Jalan Sultan Alimuddin Kecamatan Samarinda Ilir, diperpanjang demi meningkatkan faktor keselamatan dan keamanan.
CARI AMAN: Konstruksi panjang terowongan Samarinda di sisi inlet Jalan Sultan Alimuddin Kecamatan Samarinda Ilir, diperpanjang demi meningkatkan faktor keselamatan dan keamanan.
 

SAMARINDA - Upaya penanganan longsor pada inlet Terowongan Samarinda di sisi Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Sungai Dama, terus berlanjut. Tim teknis Dinas PUPR Samarinda bersama pelaksana PT Pembangunan Perumahan (PP) melanjutkan pekerjaan tambahan berupa perpanjangan struktur pada sisi depan sepanjang 72 meter, sekaligus memperbaiki tebing yang sempat longsor pada Mei lalu.

PPK Pembangunan Terowongan dari Dinas PUPR Samarinda Rezky Samudra Aprilyan menjelaskan bahwa perpanjangan 72 meter tersebut akan ditimbun dan diperkuat dengan turap pada bagian atas. Desain ini membuat posisi bangunan bergerak lebih maju dari konstruksi awal. Namun proses di lapangan belum sepenuhnya berjalan karena masih ada pembebasan lahan di sisi samping.

“Sekitar empat sampai enam rumah masih dalam pembahasan. Tanah yang posisinya naik ke gunung juga sedang didiskusikan. Kalau sudah selesai, alat bisa masuk ke atas,” jelasnya, Minggu (23/11).

Ia menambahkan untuk usulan penambahan anggaran, sekitar Rp 94 miliar, bahwa rencana tersebut ditujukan untuk pengerjaan tahun depan. Sementara perbaikan longsor tahun ini sudah ditampung dalam penambahan nilai kontrak melalui APBD Perubahan.

“Ada penambahan nilai kontrak sekitar delapan persen. Tidak lebih dari sepuluh persen karena mengikuti aturan hukum kontrak konstruksi,” ucapnya.

Target pekerjaan tetap mengarah pada penyelesaian Desember. Namun Rezky tidak menutup kemungkinan ada sebagian pekerjaan yang akan berlanjut ke tahun depan, di 2026. Meski begitu, ia memastikan jalur terowongan tetap bisa difungsikan.

“Harapannya ketika perpanjangan ini selesai, sudah bisa dilintasi. Perbaikan lereng di atasnya nanti tidak mengganggu lalu lintas karena jalannya sudah tertutup lebih panjang di bagian inlet maupun outlet,” terangnya.

Proses komunikasi dengan Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) juga masih berjalan. Tim kementerian PU sebelumnya meminta peninjauan ulang DED dan kelengkapan data pelaksanaan. “Kemarin diminta periksa DED lagi. Nanti kami ajukan lagi. Harapannya bisa diskusi lagi,” ungkapnya.

Terkait kemungkinan uji ulang, Rezky belum dapat memastikan bentuk commissioning  yang akan diterapkan karena adanya prosedur baru untuk terowongan pasca inspeksi terakhir. “Ada SOP terowongan terbaru. Mereka juga minta data-data pelaksanaan. Untuk commissioning-nya seperti apa, kami masih menunggu,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pekerjaan akan dikerjakan penuh dari sisi depan hingga belakang, mengikuti timeline revisi yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dan persetujuan teknis kementerian. “Kami upayakan perbaikan ini agar maksimal, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan pengguna jalan,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#pt pembangunan perumahan #dinas pupr #Terowongan Samarinda