Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pengembangan RSUD AMS II Dikhawatirkan Jadi Biang Banjir, PUPR-Pera Kaltim Sebut Sudah Kantongi Izin Lingkungan

Denny Saputra • Rabu, 3 Desember 2025 | 19:49 WIB

 

BERUBAH FUNGSI: Kawasan yang dulunya kebun dan sawah kini bersalin rupa menjadi urukan pematangan lahan untuk perluasan RSUD AMS II di Komplek GKO Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (25/11).
BERUBAH FUNGSI: Kawasan yang dulunya kebun dan sawah kini bersalin rupa menjadi urukan pematangan lahan untuk perluasan RSUD AMS II di Komplek GKO Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (25/11).
 

SAMARINDA - Rencana perluasan RSUD Aji Muhammad Salehuddin II (AMS II) di kawasan Gelora Kadrie Oening (GKO) Samarinda sempat memunculkan kekhawatiran publik. Penimbunan lahan dianggap berpotensi mengganggu area resapan, apalagi lokasinya berdempetan dengan saluran drainase besar yang merupakan salah satu anak Sungai Sempaja.

Namun Dinas PUPR Pera Kaltim memastikan seluruh proses telah mengantongi dokumen lingkungan berupa UKL-UPL sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.

Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan, pekerjaan di lapangan baru sebatas pematangan lahan. Sementara kajian kelayakan dan desain teknis masih berjalan di Dinas Kesehatan Kaltim.

“Kalau dilihat, sekarang itu baru pematangan lahan. Untuk bangunannya masih tahap FS (feasibility study) dan DED (detail engineering design). Keduanya disusun Dinas Kesehatan tahun 2025. Kami tinggal menunggu hasilnya,” ujarnya, dikonfirmasi Rabu (3/12).

Ia memahami munculnya pertanyaan publik terkait pematangan lahan yang berjalan meski FS–DED belum rampung. Menurutnya, urukan lahan sudah termasuk rencana awal sejak pemerintah menetapkan kawasan tersebut sebagai lokasi pengembangan rumah sakit.

“Perencanaan sebelumnya memang sudah mengatur soal kesiapan lahannya. Untuk urukan, kami sudah mintakan UKL-UPL bersama Pemkot,” tegasnya.

Firnanda menjelaskan, pembangunan tetap akan mengadopsi sistem pengendalian banjir seperti bangunan RSUD AMS II yang lama. Di bawah lantai dasar akan dibuat kolam detensi sebagai penampung air.

“Itu antisipasi banjir. Seperti bangunan lama, di bawah kolongnya itu kolam. Di samping itu di setiap sudut lahan kami siapkan sumur resapan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa meski lahan tampak tertimbun, aliran air tidak akan langsung menggenang. “Prinsipnya zero delta Q. Air hujan yang jatuh ke lahan harus ditahan dulu, bukan langsung keluar,” singkatnya.

Ia menambahkan, sistem tersebut sudah terbukti berjalan pada pembangunan RSUD AMS II tahap pertama yang sempat menimbulkan perdebatan serupa.

“Dulu juga ramai. Solusinya sama, kolam detensi dan sumur resapan,” ucapnya.

PUPR-Pera memastikan seluruh tahap pembangunan akan tetap dikoordinasikan dengan Pemkot Samarinda, mengingat lokasi proyek berada pada kawasan yang memiliki fungsi ekologis penting.

“Kami berharap penambahan fasilitas RSUD AMS II dapat menjawab kebutuhan layanan kesehatan, tanpa mengorbankan sistem resapan alami di kawasan GKO,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#banjir #Dinas PUPR PERA Kaltim #RSUD Aji Muhammad Salehuddin II #pemkot samarinda