SAMARINDA - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menunjukkan konsennya terhadap masa depan dunia pendidikan dengan menggelar sejumlah kegiatan di Samarinda pada 3–5 Desember. Selama tiga hari, perwakilan Kaltim di Senayan itu memadukan agenda pemanfaatan AI, penguatan PPKPT, hingga peningkatan mutu dosen di empat kampus berbeda.
Rangkaian ini memperlihatkan fokus pembenahan pendidikan tinggi yang bergerak dari aspek teknologi, keamanan mahasiswa, hingga kualitas pengajar.
Rangkaian kunjungan kerja Hetifah Sjaifudian di Samarinda memotret arah besar pembenahan pendidikan tinggi di daerah. Seluruh kegiatan dirangkai sebagai roadshow kebijakan Komisi X DPR RI bersama pemerintah pusat, khususnya di Kemendiktisaintek.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) yang menyoroti pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan di perguruan tinggi. Hetifah menilai kampus harus lebih cepat mengadopsi AI dalam riset, pembelajaran, dan penjaminan mutu akademik. “Perguruan tinggi tidak boleh menjadi penonton dalam revolusi digital,” ujarnya.
Agenda dilanjutkan di IKIP PGRI Samarinda dengan fokus pada penguatan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Hetifah menegaskan perlunya kampus memperkuat mekanisme aduan, SOP layanan, dan unit pendampingan bagi mahasiswa. “Keamanan kampus adalah fondasi kualitas pendidikan,” tegasnya.
Pada Jumat pagi, Hetifah berpindah ke Universitas Mulawarman (Unmul) untuk membahas peningkatan kapasitas dosen. Ia menekankan bahwa penyempurnaan kebijakan nasional, termasuk revisi UU Sisdiknas, harus berdampak langsung pada peningkatan kompetensi pengajar.
“Mutu perguruan tinggi hanya bisa naik bila dosennya diperkuat secara sistematis,” kata Hetifah, yang turut didampingi Direktur Sumber Daya Kemdiktisaintek Suning Kusumawardani serta Rektor Unmul Abdunnur beserta jajarannya dan para dosen Fakultas MIPA, Unmul.
Roadshow ditutup di STIH Awang Long dengan lanjutan agenda PPKPT yang menyoroti tren kasus kekerasan yang masih sering tidak terlaporkan. Hetifah meminta kampus hukum menjadi contoh penerapan kebijakan perlindungan mahasiswa yang menyeluruh. “Kampus harus membangun budaya yang aman, tegas, dan berpihak pada mahasiswa,” ucapnya.
Seluruh rangkaian roadshow berlangsung di Samarinda mulai Rabu (3/12) di UWGM dan IKIP PGRI, kemudian berlanjut Jumat (5/12) di Unmul dan STIH Awang Long, menjadi rangkaian aktivitas Komisi X yang memadukan isu transformasi digital, mutu dosen, dan PPKPT. (*)
Editor : Sukri Sikki