KALTIMPOST.ID-Pemkot Samarinda mempercepat pembersihan sedimentasi di Polder Gang Indra menggunakan dua ekskavator long arm.
Polder yang menjadi pengendali aliran dari Jalan P Suryanata ke Jalan P Antasari itu kembali digarap agar daya tampungnya pulih. Langkah itu ditargetkan menekan potensi banjir pada puncak musim hujan akhir tahun.
Pengerukan dilakukan Dinas PUPR Samarinda melalui UPTD Pemeliharaan Drainase dan Irigasi.
Endapan yang menumpuk selama berbulan-bulan dianggap menghambat retensi air di kawasan polder.
“Karena sedimennya sudah penuh, makanya kita turunkan dua unit ekskavator long arm untuk menormalkan kapasitasnya,” ujar Kepala UPTD Drainase dan Irigasi Dinas PUPR Samarinda Akhmad Supriyadi, Senin (8/12).
Menurutnya, dua alat yang digunakan berkapasitas 7 ton. Sehingga proses pembersihan berjalan bertahap.
Jika tersedia unit 20 ton, pekerjaan akan lebih cepat karena jangkauan dan kapasitas pengerukannya lebih besar.
“Mudah-mudahan tahun depan ada pengadaan unit besar supaya percepatan pembersihan bisa optimal,” singkatnya.
Supriyadi menambahkan, polder seluas sekitar 2 hektare itu memiliki peran vital dalam membagi aliran air menuju pompa yang terhubung ke saluran Jalan Bangeris hingga Sungai Manggis dan selanjutnya ke Sungai Mahakam.
Kapasitas kecil membuatnya cepat penuh saat hujan intens. “Kalau tampungan Indra ini bisa diperluas seperti Polder Air Hitam yang 6 hektare, retensi air akan jauh lebih aman,” jelasnya.
Selain itu, UPTD turut memastikan pompa di kawasan tersebut dalam kondisi berfungsi setelah melalui proses servis beberapa waktu terakhir. Pompa tersebut membantu mempercepat aliran air keluar meskipun terjadi pasang.
“Yang penting ada jalur keluarnya, karena meski pasang, tekanan air dari atas tetap mendorong aliran. Terlebih tahun ini juga ada rehabilitasi drainase di Jalan P Antasari. Sehingga bisa mengurangi tinggi dan lama waktu genangan,” terangnya.
Supriyadi menegaskan, pekerjaan-pekerjaan tersebut merupakan langkah antisipasi menghadapi puncak musim hujan.
Kawasan Jalan P Antasari disebut sangat rawan karena tampungan alami tidak besar dan menjadi jalur utama limpasan dari Jalan P Suryanata.
“Insyaallah dengan pembersihan Polder Indra dan peningkatan drainase Antasari, kondisi akhir tahun ini bisa lebih aman,” pungkasnya. (rd)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Romdani.