KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Paparan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Perumda Varia Niaga Samarinda tahun 2026 di hadapan wali kota Samarinda menuai catatan.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda,Marnabas Patiroy menyebut, manajemen Perumda Varia Niaga diminta melakukan perbaikan total dan memaparkan ulang dalam waktu dekat.
Marnabas menjelaskan, rapat tersebut membahas dua hal utama, yakni pertanggungjawaban kinerja dan keuangan tahun 2025, serta proyeksi anggaran dan program kerja tahun 2026. Namun, dalam penyampaian RKAP, wali kota Samarinda menilai masih terdapat sejumlah kelemahan mendasar, terutama dalam penyusunan dan penyampaian data keuangan.
“Tadi diminta perbaiki total. Minggu depan harus paparan ulang, karena ada kesalahan dalam penyampaian. Pak wali sangat detail soal akuntansi,” ujar Marnabas.
Saat ini Perumda Varia Niaga mengelola banyak unit usaha, mulai dari Teras Samarinda, Bebaya Mart, indekos syariah, pergudangan, hingga sektor jasa lainnya. Namun, pemkot mengingatkan agar ekspansi bisnis tidak membuat perusahaan daerah tersebut kehilangan fokus dan jati diri.
“Tagline Varia Niaga itu jelas, membantu pemerintah kota dalam pengendalian inflasi, menjaga stok dan stabilitas harga bahan pokok. Itu jangan sampai terlupakan karena terlalu banyak ekspansi,” tegasnya.
Menurut Marnabas, kehati-hatian menjadi penting, terutama menjelang momentum besar yang berpotensi memengaruhi inflasi daerah. Dalam waktu dekat, Samarinda akan menghadapi rangkaian momen konsumsi tinggi, mulai dari Natal dan Tahun Baru, Imlek, Ramadan hingga Idulfitri. “Itu rangkaiannya nyambung semua. Makanya kami akan kumpulkan lagi perangkat daerah untuk antisipasi. Kalau sinergi terjaga, saya yakin inflasi bisa tetap terkendali,” katanya.
Dari sisi keuangan, Marnabas menyebut Perumda Varia Niaga saat ini berada dalam kondisi surplus, seiring banyaknya unit usaha yang dikelola. Namun, dia kembali mengingatkan agar perusahaan daerah tidak tergoda mengembangkan usaha di luar misi utama. “Silakan berkembang, tapi jangan lupa tugas utamanya. Kalau mau meninggalkan tagline itu, ya tidak bisa juga, karena misi mereka disusun berdasarkan itu,” ujarnya.
Untuk 2026, salah satu program prioritas yang disoroti adalah pengembangan Teras Samarinda. Kawasan tersebut dinilai semakin kuat sebagai ikon kota, dengan potensi pendapatan yang kian besar. Bahkan, pengembangan lanjutan seperti Teras Samarinda II yang menyusuri Sungai Mahakam diyakini akan menjadi daya tarik baru.
“Kalau nanti sudah ada penataan lampu dan konsep yang matang, ini bisa viral lagi. Samarinda punya sungai yang luar biasa, jarang kota punya view seperti ini,” kata Marnabas.
Pemanfaatan Sungai Mahakam sebagai ruang wisata juga tengah dipikirkan, termasuk kemungkinan menghadirkan wahana air. Namun, dia menekankan aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Aktivitas direncanakan berlangsung pada malam hari dengan area yang tidak terlalu ke tengah sungai, mengingat jalur tersebut juga dilalui tongkang. “Keindahan iya, tapi safety harus benar-benar kuat. Jangan sampai ada kecelakaan,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A