Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pertamina Tegaskan Stok Nataru Aman, Imbau Warga Lapor Jika Temukan Tabung Tak Sesuai

Denny Saputra • Senin, 15 Desember 2025 | 18:11 WIB
M Angga Dexora
M Angga Dexora

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Kota Samarinda melakukan pemantauan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) menyusul temuan penjualan tabung elpiji yang tidak sesuai dengan standar timbangan. Temuan tersebut muncul saat inspeksi mendadak pada Rabu (10/12). Meski demikian, Pertamina memastikan ketersediaan elpiji menjelang Natal dan Tahun Baru tetap dalam kondisi aman.

Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut VII Gas Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, M Angga Dexora, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti hasil sidak tersebut dengan koordinasi lintas instansi. Pertamina juga melibatkan pemerintah daerah provinsi untuk memastikan pengawasan berjalan objektif dan menyeluruh. “Kami langsung menggandeng dinas provinsi, termasuk dinas terkait di Kalimantan Timur, untuk bersama-sama melakukan pengecekan ke beberapa SPBE,” ujarnya, Senin (15/12).

Dari hasil pengecekan lanjutan, Angga menyebut pihaknya belum menemukan pola pelanggaran yang bersifat sistematis. Ia menjelaskan kondisi tabung elpiji sangat dipengaruhi oleh rantai distribusi dan penanganan di lapangan.

“Perputaran tabung ini datang dari berbagai daerah, ada dari Kukar, Mahakam Ulu, Berau, dan daerah lain. Kondisi jalan, cuaca, hingga cara handling tabung sangat memengaruhi kondisi fisiknya,” jelasnya.

Meski demikian, Pertamina menegaskan tidak tinggal diam. SPBE se Kaltimuta, diberikan peringatan untuk memperketat pengendalian mutu agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami sudah memberikan peringatan kepada SPBE agar meningkatkan quality control, supaya masyarakat Samarinda dan sekitarnya mendapatkan layanan yang optimal,” tegas Angga.

Ia juga mendorong konsumen agar lebih aktif melakukan pengecekan mandiri saat membeli elpiji, baik di agen maupun outlet resmi. Menurutnya, konsumen berhak memastikan berat tabung sesuai ketentuan sebelum dibawa pulang. “Kalau konsumen menimbang dan ternyata tidak sesuai, silakan langsung ditegur saat itu juga, tidak ada masalah,” katanya.

Untuk elpiji non-subsidi 12 kilogram, Angga menjelaskan standar berat total tabung berada di kisaran 27,1 kilogram, termasuk tabung kosong seberat sekitar 15,1 kilogram. Namun, terdapat toleransi isi sekitar 0,15 persen sesuai ketentuan. “Selama perjalanan, kondisi tabung bisa berbeda-beda, misalnya karena cat, kerusakan hand guard, atau faktor lain. Itu yang masih kami dalami secara detail,” ungkapnya.

Terkait kesiapan menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Natal dan Tahun Baru, Pertamina memastikan stok elpiji di Kalimantan Timur dalam kondisi aman. Untuk elpiji Non-Public Service Obligation gas (non-PSO), stok bahkan ditingkatkan guna mengantisipasi kenaikan konsumsi. “Kami pastikan stok LPG non-PSO, baik kemasan 5,5 kilogram maupun 12 kilogram, kami optimalkan di lapangan,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#pertamina patra niaga areal kalimantan #M Angga Dexora #Pantau SPBE #Nataru 2025 2026