KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Komisi III DPRD Samarinda bersama Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan inspeksi mendadak (sidak) lapangan terhadap Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang tersebar di sejumlah ruas jalan protokol, Selasa (16/12).
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, pengawasan itu difokuskan pada LPJU yang masih menggunakan konstruksi lama dan dinilai tidak lagi layak. Salah satu titik yang ditinjau Jalan Pahlawan, Kecamatan Samarinda Ulu.
“Di Jalan Pahlawan masih banyak menggunakan tiang bulat dengan konstruksi lama. Jaringan di dalam tanahnya juga kami lihat sudah rapuh. Selama ini Dishub hanya mengganti lampunya, tapi konstruksinya tidak diganti,” ujar Deni, Selasa (16/12).
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dibenahi agar tidak menimbulkan risiko keselamatan maupun gangguan penerangan jalan. Komisi III mendorong agar pada 2026 mendatang dilakukan pergantian total LPJU di poros jalan protokol. “Kami ingin tidak ada lagi konstruksi lama atau tiang-tiang bulat yang tersisa di jalan protokol,” tegasnya.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Jalan Kusuma Bangsa, yang dinilai telah menggunakan konsep baru. Deni menilai model tersebut sudah cukup representatif, dengan penggunaan tiang galvanis dan dua titik lampu dengan kapasitas berbeda.
“Secara ikon sudah sangat bagus. Tapi tadi ada catatan, beberapa lampu terhalang ranting pohon. Itu nanti akan dikoordinasikan dengan DLH untuk dilakukan pemangkasan,” jelasnya.
Sidak juga dilakukan di kawasan Citra Niaga. Awalnya, lokasi tersebut dikira berada di bawah kewenangan Dishub, ternyata masuk dalam tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Di kawasan ini, LPJU menggunakan sistem solar cell yang terintegrasi dengan penanaman kabel utilitas ke dalam tanah. “Kami belum tahu nilai anggarannya berapa. Tapi dari pengamatan, lampu solar cell terlihat agak redup dibanding lampu biasa,” ungkapnya.
Hal tersebut menjadi perhatian serius Komisi III. Pihaknya berencana memanggil dinas terkait untuk memastikan kesesuaian spesifikasi antara perencanaan dan kondisi di lapangan. “Kami tidak mau laporan di atas kertas bagus, tapi aplikasinya di lapangan tidak sesuai,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A