Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemkot Samarinda Mulai Rekayasa Awal Lalu Lintas di Simpang Gunung Lingai

Denny Saputra • Kamis, 18 Desember 2025 | 18:05 WIB

RAMAI: Simpang Jalan Gunung Lingai di Kecamatan Sungai Pinang, tengah diatur Dishub Samarinda untuk mengurai kemacetan, Kamis (18/12).
RAMAI: Simpang Jalan Gunung Lingai di Kecamatan Sungai Pinang, tengah diatur Dishub Samarinda untuk mengurai kemacetan, Kamis (18/12).

SAMARINDA- Pemkot Samarinda mulai menerapkan pengaturan awal lalu lintas di Simpang Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang. Persimpangan ini merupakan titik temu Jalan DI Panjaitan, Jalan Gunung Lingai, Jalan PM Noor, serta Gang Haji Dundup yang selama ini dikenal padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, mengatakan kegiatan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari rangkaian rekayasa lalu lintas yang telah dikaji sebelumnya. Salah satu langkah awalnya adalah pemasangan dan penataan ulang barrier yang akan mengubah fungsi pembatas di kawasan simpang tersebut.

“Hari ini kita mulai di simpang ini, ada pemasangan beberapa barrier yang nantinya sedikit mengubah fungsi pembatasan. Ke depan, ada beberapa ruas yang tidak boleh lagi digunakan untuk putar balik, bahkan ada yang akan diberlakukan satu arah,” ujarnya, Kamis (18/12). Menurutnya, kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi, terutama saat jam pulang kerja serta jam berangkat sekolah dan kantor.

Baca Juga: Andi Harun Akui Kecolongan Pematangan Lahan RSUD AMS II, Izin Lingkungan Dinilai Cacat Prosedur

Kondisi padat di kawasan ini dinilai sudah perlu penanganan serius karena berdampak langsung pada kelancaran arus kendaraan. “Di sini arus kendaraan cukup tinggi terutama truk-truk muatan besar,” terangnya. Boy menegaskan, Simpang Gunung Lingai memiliki peran strategis karena berada di ruas jalan nasional. Jalur ini menjadi pintu masuk utama menuju Kota Samarinda bagi pengguna jalan dari luar daerah, sekaligus lintasan kendaraan menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi.

“Ini bisa dibilang etalasenya Samarinda. Orang dari luar kota masuk Samarinda lewat sini, begitu juga kendaraan menuju kawasan-kawasan usaha besar. Jadi memang harus ada prioritas penggunaan jalan yang efektif dan efisien,” tegasnya.

Penataan ini, lanjut Boy, merupakan tindak lanjut dari hasil kajian lalu lintas yang sebelumnya telah dibahas dan dipresentasikan kepada Wali Kota Samarinda. Beberapa akses yang dinilai tidak sesuai dengan konsep rekayasa lalu lintas ideal akan ditutup secara bertahap. “Barrier plastik yang ada sekarang sebagian akan dipindahkan. Bersalin barrier permanen agar pengaturannya lebih tertib dan konsisten,” pungkasnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#rekayasa lalu lintas #pemkot samarinda