Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sarung Samarinda Pertegas Identitas Budaya di Panggung Nasional Anugerah PWI, Menjadi Kebanggaan Daerah dan Berharap Diakui Dunia

M Hafiz Alfaruqi • Rabu, 7 Januari 2026 | 16:15 WIB
DIAKUI: Sarung Samarinda yang menjadi salah satu warisan budaya asli Kota Tepian itu diakui hingga level nasional, dan diharapkan bisa menembus internasional.
DIAKUI: Sarung Samarinda yang menjadi salah satu warisan budaya asli Kota Tepian itu diakui hingga level nasional, dan diharapkan bisa menembus internasional.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Komitmen Pemkot Samarinda memajukan dan melestarikan kebudayaan daerah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat, Samarinda berhasil menembus tiga besar nasional, dengan Wali Kota Samarinda Andi Harun sebagai representasi kebijakan kebudayaan daerah.

Baca Juga: Hampir 10 Juta Ton Barang Diangkut Lewat Jalur Laut Kaltim, Apa Saja Ya?

‎Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda Barlin Hadi Kusuma menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang telah dipersiapkan sejak tahun lalu. ‎“Dari tahun lalu kami sudah mengusulkan dan menyiapkan karya budaya apa yang benar-benar asli Samarinda, yang dipertahankan dan diteruskan ke masa depan. Pilihan akhirnya jatuh pada Sarung Samarinda,” ujar Barlin, Rabu (7/1).

‎Sarung Samarinda dipilih karena merepresentasikan identitas dan kebanggaan daerah, sekaligus menjadi simbol keberlanjutan budaya lokal. Selain itu, keberadaan para penenun Sarung Samarinda juga menjadi perhatian utama, terutama dalam hal regenerasi.

“Anak-anak muda sekarang mungkin belum terlalu antusias meneruskan budaya itu. Padahal, sebuah kota tidak hanya membangun fisik, tapi juga identitas dan manusianya, termasuk generasi mudanya,” ungkapnya.

Baca Juga: Dirlantas dan Kapolresta Balikpapan Bergeser, Ini Penggantinya

‎Penganugerahan tersebut tidak menilai sosok wali kota secara personal, melainkan kebijakan kebudayaan yang dijalankan pemerintah kota. Wali kota diposisikan sebagai representasi masyarakat Samarinda dan pemimpin kebijakan budaya.

“Wali kota itu simbol. Beliau mewakili warga Samarinda sebagai pembuat kebijakan kebudayaan. Nilainya bukan pada sosoknya, tapi berasal dari Samarinda dan masyarakatnya,” tegas Barlin.

Selain Sarung Samarinda, Kota Tepian sebenarnya memiliki banyak karya budaya. Namun, Sarung Samarinda dinilai paling tua dan memiliki nilai sejarah kuat, karena telah ada sejak abad ke-17. “Warisan budaya kita yang sudah diakui nasional ada empat, yakni Sarung Samarinda, Bubur Peca, Amplang Samarinda, dan Amparan Tatak. Tapi Sarung Samarinda yang paling tua, sehingga kami mulai dari situ,” ungkapnya.

Saat ini, Samarinda telah masuk dalam 10 besar finalis Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026, dan berada di peringkat dua nasional. Tahapan penilaian kini memasuki fase akhir melalui presentasi wali kota sebagai wakil daerah. “Dari proposal, video dokumentasi, narasi, hingga kebijakan kebudayaan, semuanya dinilai. Sekarang tinggal presentasi akhir. Kami optimistis Samarinda bisa meraih hasil terbaik,” kata Barlin.

Dia berharap, upaya itu dapat semakin mengenalkan Samarinda di tingkat nasional hingga internasional. Bahkan, ke depan Sarung Samarinda diharapkan dapat diusulkan bersama Sarung Nusantara sebagai warisan budaya dunia UNESCO. 

Puncak Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 dijadwalkan bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2026 di Provinsi Banten. Acara tersebut rencananya akan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dan menjadi ajang apresiasi bergengsi bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia. (*)

Editor : Dwi Restu A
#sarung Samarinda #pwi #budaya