KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMA yang menunjukkan penurunan signifikan secara nasional, khususnya pada mata pelajaran matematika, menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda.
Meski belum memiliki data rinci untuk Samarinda, Disdikbud memastikan telah melakukan langkah antisipatif agar kondisi serupa tidak terulang di jenjang pendidikan di bawahnya.
Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin mengatakan, hasil TKA yang dipublikasikan saat ini memang baru mencakup jenjang SMA. “Untuk Samarinda saya belum tahu persis, karena itu di level menengah SMA. Tapi secara nasional, nilainya memang anjlok,” ujarnya.
Namun, Asli menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. Disdikbud Samarinda telah memberikan peringatan dan penguatan kepada jajaran sekolah, terutama kepala sekolah dan guru, sebagai langkah persiapan menghadapi pelaksanaan TKA di jenjang SMP dan SD ke depan. “Kami sudah wanti-wanti teman-teman, next time itu SMP dan SD. Harapan kami jangan sampai hasilnya sama dengan yang terjadi di SMA,” tegasnya.
Sebagai bentuk antisipasi, Disdikbud Samarinda telah menggelar sejumlah bimbingan teknis (bimtek) edukasi dan workshop dengan mendatangkan narasumber dari pusat maupun lokal. Kegiatan tersebut difokuskan pada pemetaan potensi akademik siswa serta penguatan metode pembelajaran, terutama pada mata pelajaran yang dianggap lemah. “Kepala sekolah dan guru-guru sudah kita edukasi lewat workshop,” jelasnya.
Hingga kini jadwal pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP belum ditetapkan secara resmi. Namun, Disdikbud memanfaatkan waktu yang ada untuk mempelajari kisi-kisi dan kemungkinan faktor penyebab rendahnya nilai, mulai kurikulum, metode pembelajaran, hingga cara penyampaian materi oleh guru. “Kami berupaya, bukan sekadar berdoa. Apakah lemahnya di kurikulum, cara pembelajaran, atau metode penyampaian, itu semua dipelajari. Masih ada waktu untuk pembenahan,” bebernya.
Terkait koordinasi nasional, Asli menyebut kemungkinan telah ada pertemuan di tingkat pusat, namun partisipasinya terbatas. Oleh karena itu, Disdikbud Samarinda berinisiatif melakukan langkah mandiri dengan menggandeng sekolah dan mitra pembangunan pendidikan.
“Disdikbud bersama sekolah-sekolah, dengan dukungan beberapa mitra pembangunan, termasuk penerbit, untuk mendatangkan narasumber dari Jakarta,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A