KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana dalam mengawal peningkatan layanan air bersih di Kota Samarinda.
Pertama, Dewas diminta menjalankan fungsi pengawasan secara menyeluruh terhadap manajemen dan operasional Perumdam Tirta Kencana, khususnya dalam upaya menurunkan Non-Revenue Water (NRW) atau kebocoran air.
Pengawasan tersebut harus dilakukan secara tekun, baik dari aspek teknis maupun administrasi. “Kebocoran air ini harus diawasi secara serius. Dewas harus mengikuti bagaimana direksi bekerja, karena ini berpengaruh langsung pada efisiensi dan kualitas layanan,” ujar Andi Harun.
Kedua, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan keberlanjutan keuangan Perumdam Tirta Kencana. Ia meminta agar perusahaan daerah tersebut benar-benar terbebas dari beban politik maupun pengeluaran yang tidak berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Menurutnya, selama Perumdam Tirta Kencana mampu dijauhkan dari kepentingan di luar pelayanan publik, kinerja perusahaan akan tetap terjaga. Hal itu tercermin dari kondisi keuangan Perumdam Tirta Kencana yang dinilai sebagai salah satu BUMD air minum paling sehat secara finansial, dengan catatan kinerja positif dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Andi Harun mengakui masih terdapat berbagai keluhan pelanggan, terutama yang berkaitan dengan persoalan teknis. Beberapa di antaranya menyangkut gangguan layanan saat pengurasan bak air maupun masuknya air keruh ke rumah pelanggan.
“Ini murni persoalan teknis. Karena itu, kami minta Dewas mewakili KPM (Kuasa Pemilik Modal) Wali Kota untuk terus mendorong perbaikan manajemen teknis agar masalah-masalah seperti ini bisa diminimalkan,” jelasnya.
Fokus ketiga yang ditekankan adalah peningkatan kualitas pelayanan air bersih secara bertahap dan berkelanjutan. Ia menilai, meskipun masih ada kekurangan, kualitas layanan Perumdam Tirta Kencana dari tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan.
AH juga menyinggung tantangan sumber air baku di Samarinda yang berbeda dengan daerah di Pulau Jawa. Jika di Jawa sumber air berasal dari pegunungan, Samarinda mengandalkan air sungai, sehingga membutuhkan penanganan teknis dan teknologi yang berbeda.
“Dengan teknologi yang semakin maju dan manajemen yang bersih serta berkomitmen antikorupsi, saya optimistis kualitas layanan air bersih kita akan terus membaik. Kekurangan yang ada harus kita akui dan perbaiki bersama-sama,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki