Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tempias di Gedung Baru Pasar Pagi Disorot, DPRD Desak Upaya Mitigasi Segera

Denny Saputra • Rabu, 14 Januari 2026 | 17:00 WIB
PERLU TAMBAHAN: Bangunan baru Pasar Pagi di Kecamatan Samarinda Kota, membutuhkan penambahan sebagai mitigasi tempias air hujan demi kenyamanan pedagang.
PERLU TAMBAHAN: Bangunan baru Pasar Pagi di Kecamatan Samarinda Kota, membutuhkan penambahan sebagai mitigasi tempias air hujan demi kenyamanan pedagang.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Kondisi tempias air hujan di gedung baru Pasar Pagi Samarinda menjadi perhatian serius DPRD Samarinda. Persoalan tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas pedagang, mengingat pasar itu telah mulai beroperasi secara bertahap sejak 6 Januari lalu. DPRD pun meminta Pemkot Samarinda dan Dinas PUPR segera melakukan mitigasi agar fungsi bangunan berjalan optimal.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan persoalan ini sebenarnya sudah disampaikan saat konferensi pers bersama Dinas PUPR. Dari sisi desain, ia mengakui bangunan Pasar Pagi memiliki estetika yang baik. “Tetapi kami lebih menekankan aspek fungsional agar tidak dikorbankan demi tampilan semata,” ujarnya, Rabu (14/1).

Menurut Deni, sejak awal pihaknya sudah mengingatkan potensi masalah yang muncul akibat curah hujan tinggi di Samarinda. Salah satunya terkait area lantai tujuh yang memiliki taman, di mana air hujan dikhawatirkan menggenang dan membutuhkan waktu lama untuk turun. “Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan rembesan air ke lantai bawah,” jelasnya.

Selain itu, tempias juga terjadi di lantai enam karena posisi bangunan yang tidak dilengkapi penutup. Air hujan yang masuk secara langsung dinilai dapat mengganggu aktivitas pedagang. “Kami mengusulkan agar Dinas PUPR mempertimbangkan pemasangan kanopi atau penutup fleksibel yang bisa dibuka-tutup tanpa mengurangi estetika bangunan,” ujarnya.

DPRD menegaskan tidak ingin bangunan dengan nilai investasi besar justru meninggalkan persoalan teknis yang tidak terselesaikan. Apalagi jika kondisi tersebut sampai menyebabkan genangan atau banjir di dalam gedung pasar, yang secara otomatis menghentikan aktivitas jual beli.

Dari hasil komunikasi terakhir, Dinas PUPR disebut telah menyatakan kesiapan untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kondisi gedung. Pihaknya pun mendorong agar langkah preventif dapat segera dilakukan dalam waktu dekat, sebelum dampaknya semakin luas.

“Kami tidak ingin karena mengejar estetika, fungsi bangunan justru dikorbankan. Harapannya Pasar Pagi bisa berfungsi maksimal dan menyeluruh, dan PUPR dalam waktu dekat sudah melakukan tindakan preventif supaya pedagang bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Deni Hakim Anwar #dprd samarinda #gedung baru tempias #Pasar Pagi Samarinda