SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melanjutkan persiapan operasional Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Gedung baru delapan lantai tersebut disiapkan sebagai penguatan layanan rujukan regional. Operasional penuh ditargetkan mulai 2026 setelah seluruh alat kesehatan terpasang dan siap digunakan.
Pembangunan Gedung Pandurata dimulai sejak 2023 dengan skema pembiayaan bertahap dari APBD Kaltim. Pada tahap pertama, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100,6 miliar untuk pembangunan struktur utama dan pondasi, disusul tahap kedua pada 2024 sebesar Rp 136,5 miliar dan pada 2025 sebesar Rp 117,8 miliar di untuk penyelesaian dinding serta instalasi bangunan.
“Konstruksi fisik sudah selesai dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan oleh PUPR-Pera,” ujar Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, Jumat (16/1/2025).
Dia menjelaskan setelah pekerjaan fisik rampung, pihaknya mulai menggeser fokus ke pengisian alat kesehatan. Proses pengadaan direncanakan dimulai Januari dengan target seluruh alat tersedia pada Maret.
“Setelah itu dilanjutkan pemasangan, sehingga secara bertahap gedung bisa mulai dioperasikan sekitar Mei atau Juni,” jelasnya.
Dia menyebut demi mendukung operasional penuh pada 2026, pihaknya telah menyiapkan anggaran khusus pengadaan alat kesehatan. Nilainya mencapai Rp 150 miliar dan mencakup berbagai kebutuhan layanan medis. “Termasuk pengadaan tempat tidur pasien sekitar 500 sampai 600 unit,” sebutnya.
Seiring beroperasinya Gedung Pandurata, sebagian bangunan lama di RSUD AWS direncanakan akan dibongkar. Area tersebut akan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau dan area parkir guna mengurai kepadatan kendaraan.
“Selama ini parkir di RSUD AWS cukup padat dan jaraknya jauh, jadi perlu penataan agar pengunjung dan pasien lebih nyaman,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan