Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penanganan Tempias Pasar Pagi Samarinda Masih Dibahas, DPUPR Fokus pada Pembenahan

Denny Saputra • Senin, 19 Januari 2026 | 08:43 WIB

 

Gedung baru Pasar Pagi di Kecamatan Samarinda Kota masih mengalami tempias air hujan pada saat hujan deras, meskipun lebih dari seribu pedagang sudah berjualan.
Gedung baru Pasar Pagi di Kecamatan Samarinda Kota masih mengalami tempias air hujan pada saat hujan deras, meskipun lebih dari seribu pedagang sudah berjualan.
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Gedung baru Pasar Pagi di Kecamatan Samarinda Kota masih menghadapi masalah tempias air saat hujan deras. Meskipun lebih dari seribu pedagang telah beroperasi, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) masih membahas skema pembenahan yang tepat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Gedung Pasar Pagi, Hendra Irawan, menjelaskan bahwa meskipun aktivitas pasar sudah berjalan, penanganan masalah ini tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. "Karena sudah ada aktivitas yang berlangsung, penanganannya harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak asal-asalan," katanya, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga: Driving Range GOR Segiri Rampung, Pemkot Samarinda Siapkan Pengelolaan

Gedung Pasar Pagi yang baru difungsikan pada awal Januari ini memiliki 2.505 lapak pedagang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 lapak telah terisi dan beroperasi setiap hari sejak pasar dibuka. Meski demikian, masalah tempias air hujan yang terjadi di beberapa bagian gedung tetap menjadi perhatian utama.

Penyebab dan Rencana Penanganan
Hendra menjelaskan bahwa DPUPR sedang mendalami teknis penanganan tempias air hujan tersebut. Meskipun masalah ini sudah diketahui, DPUPR belum dapat memaparkan secara rinci langkah-langkah yang akan diambil. "Kami pastikan tempias ini akan ditangani, tapi untuk detail teknisnya masih dalam pembahasan internal," ujar Hendra.

Baca Juga: Ramalan Harga Emas di Tengah Perang Dagang dan Gejolak Global Pekan Ini

Selain masalah teknis, sumber pendanaan untuk perbaikan juga menjadi hal yang perlu dibahas lebih lanjut. Tempias air hujan ternyata tidak tercakup dalam dokumen perencanaan awal pembangunan gedung. "Masalah ini memang tidak diprediksi sejak awal, jadi kami perlu mencari solusi pendanaan yang tepat," tambah Hendra.

Potensi Pendanaan CSR
Mengenai sumber pendanaan, informasi yang berkembang menyebutkan bahwa perbaikan area yang terdampak tempias air bisa melibatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari pihak kontraktor pembangunan Pasar Pagi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemasangan kanopi untuk menghindari gangguan estetika bangunan.

Baca Juga: Viral! Respons Bahlil Lahadalia saat Dijadikan Meme, Tertawa dan Ikut Joget

Namun, Hendra menegaskan bahwa hingga saat ini, mekanisme pendanaan tersebut masih dalam pembahasan. "Kami akan menginformasikan perkembangan lebih lanjut jika sudah ada keputusan terkait hal ini," ujarnya.

Detail Pasar Pagi
Pasar Pagi Samarinda memiliki tujuh lantai dengan total 2.505 kios. Saat ini, 1.804 kios sudah dialokasikan kepada pedagang, sementara 701 kios lainnya masih dalam pembahasan terkait penempatan pedagang. Dinas Perdagangan mencatat, pada minggu pertama Januari, sebanyak 1.661 pedagang sudah terdaftar, dan 1.332 pedagang telah mengambil kunci kios untuk mulai berjualan. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#gedung baru #perbaikan pasar #DPUPR Samarinda #tempias hujan #Pasar Pagi Samarinda