Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lahan Outlet Kolam Retensi Sempaja Aman, Pemkot Segera Lanjutkan Pengerjaan

M Hafiz Alfaruqi • Selasa, 20 Januari 2026 | 19:13 WIB
PASTIKAN: Pemilik lahan di kawasan SLI bersedia lahannya digunakan dan diganti Pemkot sebagai jalur air sisi outlet kolam retensi Sempaja. HAFIZ/KP
PASTIKAN: Pemilik lahan di kawasan SLI bersedia lahannya digunakan dan diganti Pemkot sebagai jalur air sisi outlet kolam retensi Sempaja. HAFIZ/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemkot Samarinda memastikan tidak ada persoalan lahan dalam rencana pembangunan sisi outlet kolam retensi Sempaja, setelah dilakukan expose hasil ukur lahan milik warga yang akan digunakan sebagai jalur pembuangan air.

Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda Syaparudin mengatakan, peninjauan lapangan telah dilakukan bersama wali kota Samarinda, Minggu (18/1) lalu di kawasan kolam retensi Perumahan Sempaja Lestari Indah (SLI). Peninjauan tersebut difokuskan pada sisi outlet kolam retensi.

“Dari hasil peninjauan dan pertemuan dengan pemilik lahan, tidak ada masalah. Pemilik lahan bersedia lahannya digunakan dan diganti oleh Pemkot sebagai jalur air outlet kolam retensi,” ujar Syaparudin, Senin (19/1).

Presentasi teknis telah dilakukan BPKAD Samarinda dengan menghadirkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kantor Jasa Surveyor Berlisensi (KJSB), serta melibatkan DPUPR, TWAP, Bidang Aset BPKAD, Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR, dan camat dan lurah setempat.

Hasil paparan BPN memastikan tidak terjadi tumpang tindih kepemilikan lahan. “Yang sebelumnya dikesankan ada SPPT berlapis dengan sertifikat, setelah dipaparkan BPN ternyata tidak berlapis. Artinya aman,” tegasnya.

Namun, atas saran BPN masih akan dilakukan satu kali lagi peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi di lapangan benar-benar sesuai. “Kami meyakini tidak ada masalah. Tahapan-tahapannya tetap dijalankan, mulai peninjauan lapangan lanjutan, kemudian KJPP melakukan penaksiran harga lahan, baru selanjutnya dikerjakan oleh DPUPR,” jelasnya.

Syaparudin menyebut, total lahan milik warga sekitar 20x20 meter, namun kebutuhan teknis DPUPR untuk outlet sekitar 10x30 meter. “Ditambah penguatan fondasi kiri dan kanan masing-masing 1,5 meter agar outlet kokoh dan tidak mengganggu rumah warga sekitar,” bebernya.

Pembangunan kolam retensi Sempaja sendiri merupakan proyek strategis pengendalian banjir senilai lebih dari Rp 9,8 miliar yang dikerjakan DPUPR Samarinda. Keberadaan outlet itu diharapkan mampu mengurangi limpasan air di kawasan Sempaja, Jalan Wahid Hasyim, hingga membantu mengurangi beban genangan di simpang empat PM Noor.

Tak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, kolam retensi tersebut juga disiapkan menjadi ruang publik ramah lingkungan. Kawasan itu direncanakan dilengkapi jogging track, area UMKM, serta ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan warga untuk aktivitas sosial dan rekreasi. (*)

Editor : Dwi Restu A
#kolam retensi #penanganan banjir #samarinda