SAMARINDA - Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Kencana Samarinda menegaskan bahwa selama ini pihaknya telah memberikan subsidi kepada pelanggan air bersih berdasarkan pemakaian.
Skema subsidi tersebut dihitung berdasarkan tingkat pemakaian air, sehingga pelanggan yang berhemat akan memperoleh manfaat subsidi lebih besar. Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak seiring penyesuaian tarif yang diterapkan tahun ini.
Salah satu contoh subsidi diberikan kepada pelanggan segmen Dasar 1 dengan pemakaian 1–10 meter kubik per bulan yang mencapai Rp 22.633. Namun, subsidi tersebut akan dilepas apabila pemakaian pelanggan melebihi batas tertentu.
“Subsidi itu ada batas pemakaiannya, dan akan hilang ketika penggunaan di atas 21 meter kubik,” ujar Direktur Pelayanan Perumda Tirta Kencana Samarinda, Widyastuti Supartinah, ditemui usai pres rilis penyesuaian tarif 2026, di kantor Perumda Tirta kencana, Jumat (23/1).
Selain subsidi dari Perumda, Pemerintah Kota Samarinda juga memberikan diskresi khusus bagi warga miskin ekstrem. Mereka masuk kategori sosial khusus (SSKa) dan dibebaskan dari biaya pemakaian air hingga batas 20 meter kubik per bulan, namun penggunaan di atas itu, akan tetap dikenakan biaya.
“Ini bentuk perhatian pemerintah agar kebutuhan dasar air bersih tetap terpenuhi,” terangnya.
Ia menjelaskan, meski Perumda Tirta Kencana menjalankan misi sosial, pengelolaan perusahaan tetap harus berimbang secara finansial. Subsidi diberikan kepada penggunaan.
“Selisih itulah yang sebenarnya kami subsidi, dan besarannya berbeda-beda untuk rumah tangga I dan II,” jelasnya.
Nilai subsidi tersebut nantinya akan ditampilkan secara transparan dalam lembar tagihan atau kuitansi pelanggan. Dengan begitu, pelanggan dapat mengetahui besaran subsidi yang mereka terima setiap bulan. “Pada saat tarif baru diterapkan, nilai subsidi akan tercantum di bill pelanggan,” ucapnya.
Widyastuti menegaskan, asas keadilan menjadi dasar dalam penerapan tarif dan subsidi air bersih. Pelanggan dengan pemakaian tinggi secara tidak langsung menanggung biaya lebih besar. “Ketika orang memakai air lebih sedikit, sebenarnya dia mensubsidi dirinya sendiri dan membantu kelompok pelanggan lain karena penghematan itu, air distribusi bisa dinikmati lebih luas,” katanya.
Dia berpesan agar gunakan air dengan lebih bijak dan hemat, karena selain mengontrol tagihan, itu juga bentuk berbagi dengan pelanggan lain, terutama yang pelayanannya lebih jauh. “Agar tekanan dan distribusi air bisa merata,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan