Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sepanjang 2025, 42 Ribu Warga Samarinda Manfaatkan CKG: Masalah Gigi hingga Hipertensi Masih Dominan

Denny Saputra • Senin, 26 Januari 2026 | 12:25 WIB

 

dr Ismid Kusasih        
dr Ismid Kusasih    

SAMARINDA - Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Samarinda terus dipantau sejak diluncurkan pada Februari 2025. Sepanjang tahun 2025, sekitar 42 ribu warga tercatat telah memanfaatkan layanan tersebut di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Hasil pelaksanaan program ini memperlihatkan sejumlah persoalan kesehatan yang masih perlu mendapat perhatian serius. Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Ismid Kusasih mengatakan, evaluasi data CKG dilakukan secara berkala sebagai bahan pengambilan kebijakan.

Bahwa CKG ini tidak hanya sekadar pemeriksaan, tapi menjadi dasar untuk melihat persoalan kesehatan masyarakat Samarinda secara menyeluruh. “Kami terus mengevaluasi program ini dan melaporkan ke pusat,” ujarnya, Senin (26/1).

Dia menjelaskan, berdasarkan valuasi data CKG 2025 yang dihimpun melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) dan diakses pada 25 Januari 2026, ditemukan prevalensi bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) sebesar 5,14 persen atau 18 dari 350 bayi yang diperiksa.

Temuan ini menjadi indikator penting bagi penguatan layanan kesehatan ibu dan anak. “BBLR tetap menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak ke depan,” jelasnya.

Selain itu, dr Ismid juga menyampaikan bahwa masalah kesehatan gigi juga masih mendominasi pada kelompok usia anak. Data menunjukkan 49,44 persen balita dan anak usia prasekolah mengalami kondisi gigi tidak sehat, yakni 353 dari 714 anak yang menjalani pemeriksaan.

Pada kelompok remaja, angka karies gigi bahkan mencapai 53,06 persen atau 8.342 dari 15.722 remaja. “Ini menunjukkan edukasi kesehatan gigi masih perlu diperkuat, baik di rumah maupun di sekolah,” sebutnya.

Pada kelompok usia dewasa, masalah penyakit tidak menular terlihat cukup tinggi. Sebanyak 30,23 persen penduduk usia di atas 18 tahun tercatat mengalami obesitas, sementara 38,42 persen lainnya terdeteksi hipertensi.

Kondisi ini menjadi fokus utama tindak lanjut layanan CKG di Samarinda. “Hipertensi dan diabetes menjadi masalah utama pada usia dewasa, dan ini harus ditangani sejak dini. Dengan rutin mengecek ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, di Samarinda layanan CKG telah tersedia di seluruh 26 puskesmas. Program ini juga dilaporkan secara rutin ke pemerintah pusat, sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan yang menegaskan bahwa CKG tidak berhenti pada skrining, melainkan dilanjutkan dengan pencegahan dan penanganan terintegrasi.

“Mulai 2026, pasien hipertensi dan diabetes akan langsung mendapatkan obat di puskesmas pada hari yang sama, dan masyarakat Samarinda kami imbau memanfaatkan CKG yang sudah tersedia di seluruh puskesmas,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Kota Samarinda #Ismid Kusasih #cek kesehatan gratis