Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Masalah Tempias Hujan Masih Mengganggu Aktivitas Pedagang Pasar Pagi Samarinda

Denny Saputra • Senin, 2 Februari 2026 | 13:20 WIB
BELUM NYAMAN: Gedung baru Pasar Pagi di Kecamatan Samarinda Kota masih menyisakan masalah, terutama soal tempias air hujan.
BELUM NYAMAN: Gedung baru Pasar Pagi di Kecamatan Samarinda Kota masih menyisakan masalah, terutama soal tempias air hujan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pedagang Pasar Pagi Samarinda belum bisa berjualan dengan tenang sejak menempati bangunan baru hasil relokasi, 6 Januari 2026 lalu. Desain bangunan yang dinilai tidak mempertimbangkan arah angin dan hujan kerap memicu tempias air ke dalam kios, seperti yang terjadi pada Sabtu (31/1) lalu.

Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang terpaksa menutup lapak lebih cepat demi menghindari kerusakan barang dagangan.

Salah seorang pedagang, Kholif, mengaku keluhan terkait tempias, kebocoran, hingga panas matahari sudah disampaikan ke instansi terkait. Namun hingga kini belum ada penanganan nyata di lapangan.

“Kami sudah melaporkan kondisi ini, tinggal mereka yang punya kebijakan. Laporan soal kebocoran, tempias, sampai panas matahari sudah kami sampaikan,” ujarnya, Sabtu (31/1).

Ia menjelaskan, paparan panas matahari yang cukup ekstrem pada siang hingga sore hari juga berdampak pada kualitas barang dagangan, terutama pakaian yang berisiko cepat pudar.

Para pedagang pun saling berbagi informasi melalui grup komunikasi internal per lantai untuk mendata titik-titik yang terdampak tempias. “Sifatnya kami hanya menginformasikan, untuk penanganan tetap di pihak terkait,” ucapnya.

Menjelang bulan Ramadan, para pedagang berharap persoalan tersebut segera ditangani agar aktivitas jual beli bisa berjalan optimal.

Menurut Kholif, gangguan kecil seperti tempias hujan dan panas berlebih sangat mempengaruhi perputaran ekonomi pedagang. “Kalau ada kendala begini, usaha tidak bisa dimaksimalkan,” keluhnya.

Sebagai langkah darurat, sejumlah pedagang mengambil inisiatif memasang paranet secara mandiri tanpa izin resmi. Biaya pemasangan pun ditanggung masing-masing pedagang atau melalui iuran bersama.

“Ini inisiatif sendiri, karena kalau hujan atau panas kami tidak bisa berdagang, kami juga yang repot,” singkatnya.

Dia berharap agar pemerintah segera memberikan solusi dan jangan diabaikan terlalu lama, apalagi mendekati bulan puasa. “Mudah-mudahan ada respons cepat terhadap keluhan pedagang,” tutupnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#gedung baru #Pedagang Samarinda #kaltim post #masalah infrastruktur #pemkot samarinda #tempias hujan #Pasar Pagi Samarinda