Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Air Keruh Perumda Tirta Kencana Samarinda Dikeluhkan, Wali Kota Andi Harun Minta Kritik Tetap Proporsional

Denny Saputra • Rabu, 11 Februari 2026 | 18:12 WIB

KOORDINASI: Andi Harun berbincang dengan Direktur Utama Perumda Tirta Kencana Samarinda Nor Wahid Hasyim di sela peresmian IPA Berambai Rabu (11/2).
KOORDINASI: Andi Harun berbincang dengan Direktur Utama Perumda Tirta Kencana Samarinda Nor Wahid Hasyim di sela peresmian IPA Berambai Rabu (11/2).
 

SAMARINDA - Sejumlah keluhan kembali mencuat terkait pelayanan Perumda Tirta Kencana Samarinda. Warga mengadukan distribusi air yang belum lancar hingga air berwarna hitam menyerupai kopi di beberapa titik. Pemerintah Kota Samarinda memastikan perbaikan terus dilakukan, namun meminta persoalan tidak dibesar-besarkan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda Tirta Kencana menegaskan, pihaknya tidak pernah mengklaim pelayanan air bersih sudah sempurna. Namun, ia meminta publik bersikap objektif melihat setiap persoalan yang muncul.

“Kami mohon teman-teman bantu, jangan terlalu mendramatisir. Satu tahun perjalanan bersih, lalu tiba-tiba ada satu waktu Perumda Tirta Kencana melakukan pengurasan dan satu dua rumah terdampak, itu harus dilihat secara proporsional,” ujarnya, dikonfirmasi, di sela peresmian IPA Berambai Kecamatan Samarinda Utara, Rabu (11/2).

Menurutnya, karakter sumber air baku di Samarinda berbeda dengan daerah lain, terutama di Pulau Jawa. Air baku yang bersumber dari Sungai Karang Mumus dan Sungai Mahakam memiliki tantangan tersendiri, termasuk sedimentasi yang berdampak pada pipa distribusi.

“Seperti di Bengkuring, pipanya setiap hari terdampak sumber air baku. Saat pengurasan atau pembersihan, pasti ada sedimentasi tersisa di pipa. Tapi kami pastikan tidak berlangsung berhari-hari,” jelasnya.

Andi Harun mengakui kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari transparansi pelayanan publik. Namun, ia berharap satu atau dua kasus teknis tidak digeneralisasi sebagai gambaran keseluruhan layanan.

“Laporkan saja lokasinya di mana, kami akan segera merespons. Tapi jangan dipahami seolah-olah satu dua kasus itu merepresentasikan seluruh pelayanan air bersih kita,” tegasnya.

Ia juga meminta dukungan moral bagi para pegawai Perumda Tirta Kencana yang bekerja di balik layar. Menurutnya, banyak petugas yang bekerja hampir 24 jam menjaga kualitas layanan meski tak terlihat di ruang publik.

“Jangankan masyarakat, kami sendiri di tingkat pimpinan (Pemkot Samarinda) belum puas 100 persen. Tapi kami tahu mereka bekerja keras dan sungguh-sungguh. Kita harus fair agar semangat teman-teman di lapangan tetap terjaga,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#pelayanan air bersih #Perumda Tirta Kencana Samarinda #andi harun