SAMARINDA- Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda mulai melakukan perbaikan pemasangan baut di bawah Jembatan Perniagaan. Perbaikan ini dilakukan menyusul temuan baut dan sejumlah pelat yang hilang pada bagian bawah konstruksi. Targetnya, seluruh baut pengganti terpasang pekan depan jika tidak ada kendala teknis.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Samarinda Hendra Gunawan menjelaskan dari hasil pendataan awal ditemukan tidak hanya baut yang hilang, tetapi juga beberapa pelat penunjang. Karena itu, penggantian dilakukan menyeluruh agar kekuatan struktur tetap terjaga. “Dari pendataan awal memang ada baut dan beberapa pelat yang hilang, jadi sekalian kita ganti,” ujarnya, Minggu (15/2).
Ia menyebut total baut yang disiapkan sebanyak 110 unit. Pengerjaan difokuskan di sisi Jalan Belibis Kelurahan Temindung Permai yang sebelumnya dilaporkan mengalami kehilangan. “Sebagian sudah terpasang, tinggal beberapa titik yang perlu tambahan pelat karena ikut hilang,” singkatnya.
Proses pengerjaan dipercepat untuk memastikan keamanan konstruksi tetap terjaga, mengingat jembatan tersebut berada di kawasan padat aktivitas perdagangan. DPUPR menargetkan seluruh baut terpasang dalam waktu dekat. “Kalau tidak ada kendala, minggu depan bisa terpasang semua,” tegasnya.
Terkait pengecekan lanjutan, termasuk kemungkinan uji struktur, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan DPUPR Samarinda serta Kepala Bidang Bina Marga. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan kondisi jembatan benar-benar aman setelah perbaikan. “Untuk uji struktur nanti kami koordinasikan dengan pimpinan dan Kabid Bina Marga,” pungkasnya.
Sebelumnya, aksi pencurian komponen jembatan kembali terjadi di Samarinda.
Puluhan baut di Jembatan Perniagaan, akses menuju Pasar Segiri sisi Kecamatan Sungai Pinang, dilaporkan hilang. Tim UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan melakukan inspeksi lapangan pada Rabu (12/3) setelah menerima laporan dari masyarakat dan beredarnya video di media sosial. Dari hasil pengecekan awal, sejumlah baut di sisi bawah konstruksi diketahui telah raib. (*)