Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemkot Samarinda Pasang Jendela Geser di Pasar Pagi, Antisipasi Tempias Hujan dan Perbaiki Zonasi Pedagang

Denny Saputra • Selasa, 17 Februari 2026 | 04:35 WIB
Gedung Pasar Pagi Samarinda. (FOTO DENNY SAPUTRA/KP)
Gedung Pasar Pagi Samarinda. (FOTO DENNY SAPUTRA/KP)

KALTIMPOST.ID-Pemkot Samarinda memastikan perbaikan fisik Gedung Pasar Pagi segera dilakukan.

Salah satu yang menjadi prioritas ialah pemasangan jendela geser di sejumlah sisi bangunan untuk mengantisipasi tempias hujan.

Sistem buka-tutup ini dipilih agar fungsi perlindungan tetap berjalan tanpa mengganggu estetika gedung baru.

Asisten II Sekkot Samarinda Marnabas menjelaskan konsep yang digunakan bukan rolling door konvensional yang ditarik ke atas, melainkan pintu sliding yang digeser ke samping.

Sistem tersebut dinilai lebih fleksibel karena dapat ditutup saat hujan dan dibuka kembali ketika cuaca normal.

“Kami pakai model geser. Kalau hujan deras baru kita tutup, kalau tidak ya dibuka. Memang sedikit mengurangi sirkulasi udara, tapi tidak signifikan,” ujarnya dikonfirmasi, Senin (16/2).

Pemasangan direncanakan pada sisi bangunan yang berpotensi terdampak tempias, termasuk area kiri dan kanan seperti jalur menuju Gang Pandai dan arah Jalan Temenggung.

Menurutnya, arah hujan yang kerap berubah membuat perlindungan harus dipasang di kedua sisi.

“Kadang hujan dari kanan, kadang dari kiri. Cuaca sekarang anomali, jadi tidak bisa hanya satu sisi saja,” singkatnya.

Pengadaan pintu sliding dipastikan menggunakan APBD 2026, meski opsi pendanaan melalui CSR sempat dibahas.

Namun CSR lebih diarahkan untuk pekerjaan tangga pengaman yang dinilai berisiko bagi pengunjung, terutama anak-anak.

“Untuk jendela geser ini APBD. Targetnya rampung tahun 2026. Kalau CSR bisa cepat ya kita dorong, tapi kalau tidak ya tetap kita anggarkan,” tegasnya.

Di sisi lain, pemkot juga menyiapkan penataan zonasi pedagang agar konsep grosir dan eceran tidak lagi tercampur.

Ia menilai sistem zonasi justru memudahkan pembeli menemukan jenis barang tanpa harus berkeliling tiap lantai.

“Kalau mau grosir langsung ke lantai 6. Jangan lagi campur. Kita ingin pasar ini tertib dan nyaman,” tutupnya. (rd)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #pemkot samarinda #Wali Kota Samarinda Andi Harun #Kutai Barat #Pasar Pagi Samarinda