KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Menjelang Ramadan 1447 Hijriah yang dimulai 19 Februari 2026, Pemerintah Kota Samarinda bergerak dalam menekan potensi lonjakan harga bahan pokok. Melalui operasi pasar murah di halaman parkir Pasar Merdeka, Rabu (18/2), sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran.
Operasi pasar murah tersebut melibatkan tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Perikanan Samarinda.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samarinda Muhammad Darham mengatakan, operasi pasar murah merupakan instruksi Pemkot Samarinda untuk membantu menstabilkan harga menjelang bulan puasa.
"Hari ini pemerintah kota menurunkan harga kurang lebih 10 persen dari harga pada umumnya. Itu dalam rangka persiapan menjelang Ramadan," ujarnya, Rabu (18/2).
Sejumlah komoditas bahan pokok yang dijual antara lain bawang merah, cabai rawit (lombok), ayam, telur, daging, serta aneka ikan seperti ikan layang, tongkol, dan ikan segar seperti nila, dan emas. Harga yang dipatok lebih rendah, diharapkan mampu menekan gejolak pasar akibat meningkatnya permintaan.
Secara teori ekonomi kenaikan harga, berpotensi terjadi ketika permintaan melonjak, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Karena itu, intervensi pemerintah diperlukan untuk meminimalkan lonjakan.
"Kalau permintaan banyak, otomatis harga bisa naik. Di situ peran pemerintah untuk menstabilkan, minimal mengurangi gejolak harga," jelasnya.
Operasi pasar murah kali ini digelar H-1 Ramadan. Namun, Pemkot Samarinda juga berencana kembali menggelar kegiatan serupa pada H-2 atau H-3 menjelang Idulfitri.
"Yang penting itu sebelum Lebaran nanti. Bisa sampai dua hari nantinya," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A