SAMARINDA - Kecamatan Samarinda Ulu menggandeng Bank Sampah Mandiri dari Desa Sukamaju, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam pengelolaan sampah plastik tak bernilai menjadi paving blok.
Kerja sama itu diperkuat melalui studi tiru yang dilakukan akhir 2025 lalu bersama sejumlah bank sampah di wilayah tersebut. Langkah ini diproyeksikan menjadi model percontohan pengurangan sampah plastik berbasis pemberdayaan warga.
Sebagai informasi, Rabu (18/2) kecamatan Samarinda Ulu menerima bantuan dua unit perangkat pengolahan sampah plastik tak bernilai dari PT BBE yang nantinya akan dibimbing juga tim Bank Sampah Mandiri.
Ketua Bank Sampah Mandiri Yayuk Sehati menyebut pengelolaan bank sampah yang ia rintis sejak 2018 terus berkembang, khususnya pada produk paving blok dari limbah plastik. “Produk paving blok limbah plastik kami sudah banyak pesanan, bahkan pembeli datang langsung ke tempat tanpa kami tawarkan,” ujarnya, Rabu (18/2).
Ia menjelaskan alat yang digunakan berupa tungku pembuat paving blok dari limbah plastik. Prosesnya cukup sederhana, menggunakan bahan bakar kayu atau kompor gas untuk melebur plastik sebelum dicetak. “Semua jenis plastik yang bisa dilebur dapat digunakan, tidak harus dipilah atau dibersihkan, yang penting kering,” jelasnya.
Dalam sehari, produksi bisa mencapai 100 hingga 200 paving blok tergantung kapasitas kerja tim. Satu buah paving blok membutuhkan sekitar dua kilogram sampah plastik. “Kalau produksi 100 saja, itu sudah menghabiskan 200 kilogram plastik per hari,” terangnya.
Di Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, pengoperasian awal dilakukan di Bank Sampah Maju Bersama yang mencakup RT 15, RT 16, dan RT 17. Ketua RT 16, Mansur, menyebut ada sekitar 15 anggota aktif dari tiga RT yang terlibat. “Kami sudah mendapat pelatihan produksi dari pihak kelurahan dan kecamatan bekerja sama dengan bank sampah yang berpengalaman,” ujarnya.
Pengumpulan bahan baku dilakukan dengan membagikan kantong plastik ke setiap rumah. Warga diminta menyisihkan sampah plastik yang kemudian diambil langsung oleh tim bank sampah. “Ada nilai ekonominya, nanti dihargai per kilo sesuai harga pasar,” singkatnya.
Camat Samarinda Ulu Sujono menambahkan, kolaborasi ini menjadi pilot project yang akan dievaluasi sebelum diperluas ke wilayah lain. “Kalau berhasil dan konsisten produksinya, konsep ini bisa kami terapkan di kelurahan lainnya agar dampaknya lebih luas,” tegasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani