KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota melalui Kecamatan Samarinda Ulu kian serius menekan volume sampah dari sumbernya. Tahun ini, dua unit insinerator komunal segera dioperasikan, disusul bantuan dua perangkat press plastik untuk mengolah limbah tak bernilai menjadi paving blok yang diserahkan Rabu (18/2). Skema ini disiapkan agar sampah yang berakhir di TPS bisa ditekan seminimal mungkin.
Camat Samarinda Ulu Sujono memastikan pengelolaan teknis nantinya melibatkan unsur masyarakat di tingkat bawah. Program tersebut, kata dia, sejalan dengan kebijakan Wali Kota Samarinda Andi Harun yang mendorong pengurangan sampah sejak dari rumah tangga.
“Ini harapannya program Bapak Wali Kota dalam rangka pengurangan sampah dari hulu, dari rumah tangga, mudah-mudahan bisa tercipta,” ujarnya, Kamis (19/2).
Ia menjelaskan, skema pertama dilakukan dengan memilah sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Kardus, botol plastik, dan bahan daur ulang lainnya akan dihimpun melalui bank sampah untuk kemudian dijual kembali.
“Yang masih bernilai itu nanti lewat bank sampah, dijual, sehingga ada nilai tambah bagi warga,” jelasnya.
Sementara sampah yang tidak lagi produktif khususnya plastik, dan biasanya dibuang ke TPS, akan diolah menggunakan mesin press menjadi bahan baku paving blok. Dengan cara itu, residu sampah diharapkan jauh berkurang.
“Sementara pilot projectnya pada Bank Sampah Maju Bersama dan Bank Sampah Sejahtera Bersama di Kelurahan Bukit Pinang,” terangnya.
Selain dua metode tersebut, pada 2026 kecamatan juga mulai menggulirkan kebijakan lewat program Perbebaya dengan mendorong penyediaan tong komposter di setiap kelurahan dan RT. Sampah organik akan dikumpulkan dan diolah secara mandiri di lingkungan masing-masing.
“Nanti yang organik kita buatkan komposter. Jadi dua metode tadi ditambah komposter, mudah-mudahan pengurangan sampah ini bisa maksimal,” pungkasnya.
Sebelumnya, dua unit peralatan sederhana pengolahan sampah plastik diserahkan melalui program CSR PT BBE kepada dua bank sampah di Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (18/2). Bantuan ini ditujukan untuk mengolah limbah plastik tak bernilai menjadi paving blok bernilai ekonomi.
Program tersebut diharapkan mengurangi timbunan sampah sekaligus membuka peluang usaha berbasis lingkungan di tingkat RT. (*)
Editor : Duito Susanto