KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mulai memetakan potensi kepadatan arus lalu lintas menjelang Lebaran.
Meski tidak memprediksi lonjakan signifikan seperti kota tujuan mudik besar, mobilitas warga diperkirakan meningkat pada H-7 hari raya. Fokus pengawasan diarahkan ke pusat-pusat aktivitas masyarakat.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu, menyebut pola pergerakan kendaraan di Kota Tepian relatif stabil dari tahun ke tahun. Lonjakan biasanya terjadi saat warga berbelanja dan mempersiapkan kebutuhan Lebaran.
“Kalau untuk Samarinda tidak terlalu signifikan. Biasanya yang kelihatan itu H-7, mobilitas masyarakat tinggi untuk persiapan hari raya,” ujarnya, Minggu (1/3).
Sejumlah titik dinilai rawan macet, terutama di kawasan perdagangan. Di antaranya Pasar Pagi, Pasar Segiri, Jalan Pangeran Antasari, hingga Jalan Siraj Salman. “Terutama di bagian dalam pusat kota, itu yang paling sering terjadi kepadatan,” singkatnya.
Terkait kemungkinan rekayasa lalu lintas atau jalur alternatif, Dishub mengaku belum membahas secara detail. Namun skema tersebut dipastikan akan dikaji bersama instansi terkait. “Memang belum ada pembahasan, tapi nanti pasti akan kita bahas dan kita share kalau ada perubahan rekayasa,” jelasnya.
Dia menerangkan, koordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia juga belum dilakukan secara teknis. Meski demikian, Manalu memastikan sinergi akan dilakukan mendekati puncak arus pergerakan masyarakat. “Ini penting untuk mengurai kepadatan di titik-titik krusial,” singkatnya.
Di sisi lain, persoalan penerangan jalan menjadi perhatian serius. Banyak lampu padam akibat pencurian kabel, baik kabel bawah tanah maupun kabel atas. “Sekarang bukan cuma kabel tembaga bawah tanah yang hilang, kabel atas pun sudah diambil,” ungkapnya.
Dia mengaku pihaknya berupaya memaksimalkan personel untuk melakukan perbaikan secepat mungkin. Penerangan dinilai krusial demi keselamatan pengguna jalan, terutama saat mobilitas malam hari meningkat menjelang Lebaran.
“Kami coba maksimalkan anggota untuk memperbaiki semampu mungkin agar tetap bisa berfungsi,” tegasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo