KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Banjir di kawasan simpang empat Sempaja masih menjadi momok bagi warga Samarinda. Meski ketinggian genangan dan durasinya kini mulai berkurang, pemerintah kota tetap melakukan berbagai intervensi untuk mengendalikan banjir di kawasan tersebut.
Salah satunya dengan menuntaskan pembangunan drainase di Jalan PM Noor sisi kanan menuju Sungai Karang Mumus. Saluran ini direncanakan menghubungkan drainase dari sungai Sempaja, di dekat pintu belakang kawasan GOR Kadrie Oening, hingga ke arah hilir di Sungai Karang Mumus.
Pembangunan tersebut sekaligus melanjutkan proyek drainase yang pernah dikerjakan Pemprov Kaltim pada 2013-an namun belum selesai hingga saat ini.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Samarinda Darmadi mengatakan pekerjaan tahun ini difokuskan untuk menembus titik-titik saluran yang masih terputus. Dengan begitu aliran air dari kawasan simpang sungai Sempaja dapat terbagi, ke Jalan PM Noor sisi kiri.
“Dengan terbangunnya saluran ini, akan membagi beban sungai, sehingga turut mereduksi genangan banjir di perumahan Rapak Binuang,” jelasnya.
Menurutnya, bagian yang belum tersambung berada di area belakang GOR Sempaja hingga ke arah Sungai Karang Mumus. Selain itu, terdapat beberapa segmen lain di sekitar kawasan komersial yang juga belum terhubung secara utuh. “Makanya targetnya tahun ini harus tersambung dahulu,” ucapnya.
Darmadi menyebut ada tiga segmen drainase yang menjadi fokus pekerjaan. Lokasinya berada di dekat area GOR Sempaja, di sekitar SPBU, serta di dekat kawasan pertokoan. “Total panjang yang perlu disambung sekitar 366 meter,” singkatnya.
Saluran yang akan dibangun memiliki dimensi cukup besar untuk menampung debit air dari kawasan hulu. Lebarnya diperkirakan sekitar empat meter dengan kedalaman sekitar tiga hingga empat meter, menyesuaikan elevasi di lapangan. “Kami lanjutkan saluran yang eksisting,” terangnya.
Untuk merealisasikan pekerjaan tersebut, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp13 miliar. “Saat ini kami juga masih menunggu kepastian anggaran,” singkatnya.
Ia berharap penyambungan drainase tersebut bisa mempercepat aliran air keluar dari kawasan simpang empat Sempaja saat hujan deras.
Dengan saluran yang tersambung, genangan yang selama ini terjadi diharapkan dapat semakin berkurang. “Kalau salurannya tidak tembus, air akan tertahan di situ. Makanya ini harus diselesaikan supaya genangan bisa cepat surut,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo