KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di daerah masih aman hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Masyarakat diminta tidak panik meski sempat terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU beberapa waktu lalu.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, berdasarkan laporan dari Pertamina, termasuk Pertamina Patra Niaga, stok BBM di Samarinda dipastikan cukup hingga Lebaran 2026. "Dari laporan Pertamina tadi, setidaknya sampai Lebaran Idulfitri 2026 stok BBM kita aman," ujarnya, Senin (9/3).
Dia mengakui situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran, turut memberi pengaruh terhadap sektor energi global. Bahkan, sejumlah analisis menyebut kemampuan cadangan energi Indonesia secara umum hanya sekitar 20 hari.
Namun, pemerintah pusat telah menyiapkan skenario darurat hingga 90 hari serta alternatif pasokan minyak dari negara lain di luar kawasan Timur Tengah.
"Memang ada pengaruh situasi perang di Timur Tengah terhadap harga BBM. Tapi sumber minyak kita tidak hanya dari sana, masih bisa dari negara lain," jelasnya.
Namun, dampak konflik tersebut tetap berpotensi menekan kondisi fiskal nasional. Andi Harun menyebut pemerintah pusat telah mengumumkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 135,7 triliun atau sekitar 0,33–0,53 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurutnya, jika konflik berkepanjangan, tekanan terhadap APBN diperkirakan bisa meningkat hingga defisit 3,6-4 persen.
"Kalau defisit terus meningkat tentu pemerintah harus melakukan mitigasi, misalnya efisiensi belanja atau penyesuaian kebijakan energi. Tapi itu tentu tidak selalu menguntungkan bagi masyarakat," ujarnya.
Karena itu, ia berharap konflik di Timur Tengah segera berakhir agar tidak semakin memengaruhi stabilitas ekonomi global dan nasional.
Di sisi lain, AH mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang justru memicu kepanikan. "Jangan panik. Situasi kita terkendali. Antrean panjang di SPBU kemarin itu bagian dari kepanikan yang seharusnya tidak terjadi," tegasnya.
AH juga mengingatkan potensi penyalahgunaan situasi oleh oknum yang mencoba menimbun BBM maupun bahan pokok.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah bersama aparat kepolisian dan Satgas Pangan akan melakukan pengawasan serta inspeksi mendadak (sidak) di berbagai lokasi, termasuk pasar tradisional, pasar modern, swalayan, hingga SPBU.
Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan dugaan penimbunan atau praktik curang melalui Polresta Samarinda, Satgas Pangan, maupun pos-pos pengamanan terpadu yang akan dibuka menjelang Idulfitri.
"Nanti akan ada beberapa pos pengamanan. Pos utama rencananya ditempatkan di sekitar Taman Samarendah. Masyarakat bisa melapor jika menemukan hal-hal yang mencurigakan," kata AH.
Secara umum kondisi di Samarinda masih terkendali, baik dari sisi ketersediaan BBM, bahan pokok, maupun kesiapan pengamanan jelang Lebaran. "Memang ada tantangan, tapi kondisi kita baik-baik saja. Yang penting masyarakat tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A