Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Regenerasi Penenun Didorong, Kampung Tenun Samarinda Dijaga Tetap Hidup

Denny Saputra • Rabu, 1 April 2026 | 16:52 WIB
BANGKIT: Ririn Sari Dewi (kedua kiri) menyaksikan pembuatan tenun dalam kegiatan di kampung tenun Samarinda, Selasa (31/3).
BANGKIT: Ririn Sari Dewi (kedua kiri) menyaksikan pembuatan tenun dalam kegiatan di kampung tenun Samarinda, Selasa (31/3).

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berupaya menjaga keberlanjutan Kampung Tenun Samarinda sebagai ikon wisata berbasis kearifan lokal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong regenerasi penenun agar tradisi pembuatan Sarung Samarinda tetap bertahan. Upaya tersebut ditempuh melalui pelatihan keterampilan hingga dukungan akses pembiayaan bagi para pengrajin.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi mengatakan regenerasi menjadi tantangan utama di Kampung Tenun Samarinda. Sebagian besar penenun yang masih aktif saat ini telah berusia lanjut,” ujarnya dikonfirmasi, Launching Program Pengembangan Pariwisata dan Ekraf, di Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (31/3).

Ia menyebut proses awal pembuatan tenun, mulai dari pemintalan hingga pewarnaan benang, kini banyak dikerjakan oleh pengrajin yang sudah berusia tua. Karena itu pemerintah berupaya menarik minat generasi muda agar mau belajar dan terlibat dalam proses produksi. “Kendalanya di tahap awal pemintalan dan pewarnaan, karena yang mengerjakan sudah tua dan perlu regenerasi. Kami dari bidang SDM ekonomi kreatif melakukan pelatihan untuk menarik minat generasi muda,” ujarnya.

Selain pelatihan, pemerintah daerah juga berupaya membantu pemasaran dan akses permodalan agar kegiatan ekonomi di Kampung Tenun tetap berkembang. “Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pasar produk Sarung Samarinda,” ungkapnya.

Saat ini tercatat sekitar 80 pengrajin tenun di Kelurahan Tenun Samarinda yang masih aktif bekerja menggunakan alat tenun tradisional. Sebagian besar di antaranya berusia antara 50 hingga 70 tahun.

Kampung Tenun Samarinda sendiri tidak hanya dikenal sebagai kawasan bersejarah, tetapi juga menjadi pusat ekonomi kreatif dengan potensi omzet penjualan mencapai Rp 10 hingga Rp 20 juta setiap kali ada pesanan produk. (*)

Editor : Ismet Rifani
#ririn sari dewi #pemprov kaltim #Dinas Pariwisata Kaltim #Kampung Tenun Samarinda