Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kebakaran di SMP 2, Delapan Kelas Dialihkan Daring Bergilir sampai Pertengahan Mei  

M Hafiz Alfaruqi • Jumat, 3 April 2026 | 13:30 WIB
FASILITAS: Kondisi SMP 2 Samarinda pascakebakaran, delapan kelas terdampak sehingga pembelajaran dialihkan daring bergantian. (HAFIZ/KP)
FASILITAS: Kondisi SMP 2 Samarinda pascakebakaran, delapan kelas terdampak sehingga pembelajaran dialihkan daring bergantian. (HAFIZ/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Musibah kebakaran di SMP 2 Samarinda beberapa waktu lalu memaksa pihak sekolah putar otak. Demi menjaga keselamatan siswa sekaligus memastikan proses belajar tetap berjalan, skema pembelajaran daring pun diterapkan secara bergantian hingga pertengahan Mei.

Kepala SMP 2 Samarinda Misradianto menjelaskan, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat pascakejadian kebakaran yang melanda gedung sekolah. "Untuk hari ini kami liburkan satu hari, sambil koordinasi seluruh warga sekolah untuk kelanjutan kegiatan belajar mengajar," ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Setelah libur nasional pada Jumat, kegiatan akan dilanjutkan dengan agenda Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas 9 mulai 6 hingga 14 April. Selama periode tersebut, siswa kelas 7 dan 8 akan menjalani pembelajaran secara daring, sesuai kebijakan di tingkat kota.

Namun, penyesuaian belum berhenti di situ. Untuk mengakomodasi keterbatasan ruang kelas akibat kebakaran, sekolah akan menerapkan sistem daring bergantian bagi delapan kelas terdampak.

"Nanti siswa dari delapan kelas itu kita daringkan bergantian, seminggu-seminggu, sampai pertengahan Mei. Setelah kelas 9 selesai ujian dan tidak lagi masuk, baru pembelajaran bisa kembali normal," jelasnya.

Baca Juga: Dishub Balikpapan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Sejumlah Titik Kemacetan

Delapan kelas yang terdampak terdiri dari dua kelas 7, tiga kelas 8, dan tiga kelas 9. Meski secara fisik sebagian ruang di lantai bawah masih terlihat layak, pihak sekolah tidak berani mengambil risiko. "Karena bangunannya dua tingkat, tidak mungkin yang bawah dipakai saat yang atas diperbaiki. Ada risiko, jadi semuanya kami kosongkan sementara sesuai arahan wali kota," tegasnya.

Opsi pemindahan siswa ke sekolah lain juga tidak menjadi pilihan. Selain keterbatasan ruang di sekolah tujuan, hal itu dinilai akan menyulitkan tenaga pengajar. "Kalau dipindah ke sekolah lain belum tentu ada ruang, dan guru juga akan kesulitan harus mengajar di dua tempat," tambahnya.

Baca Juga: Porprov Kaltim VIII Dipastikan Tetap Digelar November 2026, Ini Pandangan Provinsi

Sementara itu, proses penanganan pascakebakaran masih menunggu tahapan dari pihak kepolisian. Garis polisi yang masih terpasang membuat pihak sekolah belum bisa melakukan pembersihan. "Dari Polresta hari ini rencananya akan melepas police line. Kalau belum dilepas, kami tidak boleh masuk atau melakukan pembersihan," ungkapnya.

Setelah garis polisi dicabut, pihak sekolah akan segera melaporkan perkembangan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, guna mempercepat proses perbaikan. (*)

Editor : Sukri Sikki
#daring #wali kota #SMP 2 #samarinda #kebakaran