KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Rencana Pemkot Samarinda membangun kios sementara pasca-kebakaran di Pasar Segiri, mulai bergulir. Namun, DPRD Samarinda menegaskan perlunya kejelasan konsep sebelum direalisasikan, terutama menyangkut fungsi, desain, hingga aspek keamanan.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengungkapkan, hingga saat ini, pihaknya belum menerima paparan resmi terkait rencana pembangunan kios sementara berbahan kayu ulin, dengan anggaran sekitar Rp 1,1 miliar tersebut.
Baca Juga: Perdana di Paser, 13 Rumah Potong Unggas dan 26 Juru Sembelih Resmi Kantongi Sertifikat Halal MUI
"Kami belum menerima usulan detailnya seperti apa. Pola pembangunannya bagaimana, untuk jangka pendek atau panjang. Jadi kami belum bisa berkomentar jauh," ujarnya.
DPRD pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah dalam memulihkan aktivitas pedagang. Namun, seluruh perencanaan harus disampaikan secara terbuka, agar pelaksanaan pembangunan benar-benar tepat sasaran. "Yang penting kami tahu dulu, membangun apa, bentuknya seperti apa, dan tujuannya apa. Itu yang harus jelas," tegasnya.
Terkait penggunaan material ulin untuk bangunan sementara, Deni menilai hal tersebut perlu dikaji dari sisi fungsi dan jangka waktu pemanfaatannya. Dia menekankan, aspek keamanan harus menjadi prioritas utama, mengingat kawasan pasar memiliki risiko kebakaran tinggi.
"Kalau hanya untuk jangka pendek, yang paling penting adalah faktor keamanan. Minimal akses jalur evakuasi harus terbuka, dan potensi kebakaran bisa diminimalkan," jelasnya.
Menurutnya, kondisi pasar yang padat, serta kebiasaan sebagian pedagang yang mencampur fungsi tempat usaha dan tempat tinggal, termasuk penggunaan instalasi listrik yang tidak berstandar SNI, menjadi faktor rawan kedaruratan.
Baca Juga: Rayakan Kebangkitan Yesus, Ratusan Jemaat Gereja Toraja Imanuel Bontang Gelar Pawai Obor
Karena itu, dia mengingatkan agar pembangunan kios sementara tetap memperhatikan standar keselamatan, meski bersifat darurat.
Di sisi lain, DPRD memastikan tetap memberikan dukungan terhadap upaya pemkot dalam menyediakan tempat bagi pedagang terdampak agar bisa segera kembali berjualan.
"Kami tentu berempati. Pedagang harus segera diberi ruang untuk beraktivitas lagi. Tapi seperti apa bentuknya, itu nanti yang akan kami cek bersama-sama," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A