Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Terkuak, Ternyata Masalah Ini yang Membuat Nyawa Teman Dekat Direnggut, Penjelasan Tersangka dan Saksi Beda Versi

Dwi Restu A • Senin, 6 April 2026 | 17:30 WIB
REKA ULANG: Di pelataran Polsek Samarinda Seberang, kasus pembunuhan beberapa bulan lalu dilakukan rekonstruksi, Senin (6/4).
REKA ULANG: Di pelataran Polsek Samarinda Seberang, kasus pembunuhan beberapa bulan lalu dilakukan rekonstruksi, Senin (6/4).

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Tabir gelap kasus penganiayaan berat yang merenggut nyawa Muhammad Reza Adam Jafar di wilayah Samarinda Seberang kian terang. Senin (6/4) pagi, aparat kepolisian menggelar rekonstruksi guna mencocokkan fakta lapangan dengan keterangan tersangka.

Tersangka Gusrianto alias Atong memperagakan 11 adegan kunci. Proses reka ulang yang berlangsung selama satu jam sejak pukul 09.50 Wita disaksikan kejaksaan dan penasihat hukum.

Baca Juga: Perumda Tirta Kencana Antisipasi Kemarau, Optimalkan Produksi Air dan Perkuat Intake

Kapolsek Samarinda Seberang Kompol A Baihaki melalui Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Soeharyadi menjelaskan, rekonstruksi itu krusial, guna memperjelas rangkaian peristiwa berdarah yang terjadi pada akhir Februari lalu.

"Kegiatan itu bertujuan menyinkronkan keterangan tersangka, saksi, dan bukti di lapangan, agar berkas perkara semakin kuat di persidangan," ujar Arie.

Tragedi itu bermula pada Kamis (26/2) malam di sebuah indekos Jalan P Bendahara, Gang Karya Muharram, Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang. Pemicunya persoalan utang Rp 600 ribu yang dititipkan korban kepada tersangka, yang diduga untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu.

Baca Juga: Cuaca Samarinda Tak Menentu, BMKG Minta Warga Waspada Perubahan dan Karhutla

Cekcok memuncak setelah korban diduga melontarkan kata-kata kasar melalui telepon, dan menyinggung perasaan tersangka. Tak terima, Atong mendatangi korban. Di lokasi kejadian, adu mulut kembali pecah.

Dalam adegan rekonstruksi, sempat muncul perbedaan versi. Tersangka berkilah bahwa korban menyerang lebih dulu menggunakan senjata tajam. Namun, klaim itu disanggah keterangan saksi, termasuk ibu korban yang berada di lokasi.

Baca Juga: Cuaca Samarinda Tak Menentu, BMKG Minta Warga Waspada Perubahan dan Karhutla

Puncaknya, pada adegan kesembilan, tersangka menghujamkan badik ke perut korban hingga bersimbah darah, lalu kabur menggunakan sepeda motor.

"Ada perbedaan keterangan antara tersangka dan saksi pada beberapa adegan, terutama soal siapa yang lebih dulu membawa senjata tajam. Perbedaan itu sudah kami catat dalam berita acara," tambah Arie.

Meski sempat dilarikan ke RSUD IA Moeis, nyawa korban tidak tertolong. Tersangka sendiri diringkus sehari setelah kejadian (27/2) di Balikpapan oleh tim gabungan Jatanras Polda Kaltim, Polresta Samarinda, dan Polsek Samarinda Seberang.

Sejumlah barang bukti turut dihadirkan dalam reka ulang kemarin, mulai badik milik tersangka, parang korban, hingga pakaian berlumuran darah. (*)

Editor : Dwi Restu A
#polsek samarinda seberang #pembunuhan #rekonstruksi #Permasalahan