SAMARINDA- Ancaman hoaks terkait perubahan iklim dinilai kian marak di ruang digital. Sehingga untuk memperkuat kapasitas jurnalis menghadapi fenomena tersebut, Kaltim Today sebagai salah satu media online di Kaltim, menggandeng Indonesian Data Journalism Network (IDJN) dan International Media Support (IMS) menggelar pelatihan khusus bagi jurnalis di Samarinda. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kemampuan menangkal disinformasi berbasis data.
Pelatihan bertajuk Training of Trainer (ToT): Countering Climate Disinformation itu berlangsung selama tiga hari, 22–24 April 2026, di Hotel Fugo Samarinda. Para peserta dibekali metode prebunking, teknik verifikasi informasi, serta pemanfaatan data dalam praktik jurnalistik agar liputan isu lingkungan lebih akurat.
Selain pendekatan berbasis data, pelatihan juga memperkenalkan praktik jurnalisme konstruktif yang mendorong penyajian informasi lebih solutif dan berdampak bagi publik. Sejumlah pemateri nasional dan internasional hadir membagikan pengalaman serta strategi menghadapi gelombang disinformasi yang kerap muncul di media sosial.
Pemimpin Redaksi Kaltim Today Ibrahim Yusuf menegaskan bahwa disinformasi tentang perubahan iklim dapat menghambat upaya perlindungan lingkungan, khususnya di Kalimantan Timur yang memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga ekosistem global.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan jurnalis tidak hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap hoaks serta mampu mengolah data secara akurat,” ujarnya.
Para peserta juga didorong menjadi penggerak di ruang redaksi masing-masing dengan menularkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan. Harapannya, kemampuan literasi data dan verifikasi informasi bisa semakin menguat di kalangan jurnalis daerah.
Salah satu peserta dari media lain, Fatih, menilai pelatihan tersebut memberi perspektif baru dalam menghadapi arus disinformasi yang berkembang cepat di media sosial.
“Pembelajaran dari pelatihan ini akan saya bawa untuk membuat saya menjadi jurnalis yang jauh lebih baik,” ujarnya.
Sebagai informasi jurnalis Kaltim Post, Denny Saputra, juga turut menjadi peserta dalam kegiatan ini. di samping itu sebagai lanjutan, penyelenggara juga menyiapkan rangkaian program pasca-pelatihan. Meliputi workshop lanjutan, kompetisi liputan isu iklim, hingga pengembangan kolaborasi lintas jurnalis dan komunitas untuk memastikan keberlanjutan dampak dari pelatihan ini. (*)
Editor : Ismet Rifani