Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kenaikan Biaya Produksi Mengintai, Perumdam Tirta Kencana Samarinda Tetap Prioritaskan Pelayanan

M Hafiz Alfaruqi • Rabu, 29 April 2026 | 15:04 WIB
PUTAR OTAK: Strategi efisiensi Perumdam Tirta Kencana di tengah lonjakan biaya bahan baku tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada masyarakat.
PUTAR OTAK: Strategi efisiensi Perumdam Tirta Kencana di tengah lonjakan biaya bahan baku tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada masyarakat.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Di tengah capaian kinerja yang cukup positif, Perumdam Tirta Kencana Samarinda kini dihadapkan pada tantangan baru. Lonjakan harga bahan baku, khususnya bahan kimia dan bahan bakar, mulai memberi tekanan terhadap operasional layanan air bersih.

Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Samarinda Kaharuddin menyebut, kunjungan lapangan Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Samarinda ke Perumdam Tirta Kencana, merupakan bagian dari proses verifikasi lapangan atas laporan yang telah disampaikan pemerintah kota dalam pembahasan LKPj. "Kunjungan itu untuk memverifikasi apa yang sudah disampaikan wali kota dalam rapat LKPj di DPRD," ujarnya, Selasa (28/4). 

Baca Juga: Kenaikan Tarif Air Bertahap, Begini Solusi dari Perumdam Tirta Kencana Samarinda Mengantisipasi Dampak El Nino

Dua hal utama menjadi fokus pembahasan, yakni pelayanan air bersih dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk target PAD 2025, Perumdam sebelumnya ditargetkan Rp 12 miliar dan disebut telah melampaui hingga sekitar Rp 17 miliar, meski angka final masih menunggu hasil audit. "Untuk angka pastinya nanti setelah audit, baru bisa kami sampaikan secara resmi," jelasnya.

Namun, di balik capaian tersebut, tantangan operasional mulai terasa. Kaharuddin mengungkapkan, harga bahan kimia sebagai komponen utama pengolahan air mengalami lonjakan signifikan, bahkan hampir dua kali lipat dalam beberapa pekan terakhir. "Kenaikan bahan kimia itu dampaknya luar biasa. Itu baru terjadi sekitar dua hingga tiga minggu terakhir," ungkapnya.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar industri juga turut menambah beban, terutama dalam proses distribusi bahan kimia. Dari kisaran Rp 24 ribu per liter, kini mengalami peningkatan yang cukup tinggi. "Kenaikan ini tentu berdampak pada biaya transportasi pengiriman bahan kimia," sambungnya.

Baca Juga: Jangan Asal Ngopi! Ini 5 Tips Menikmati Kopi Tanpa Risiko Jantung Berdebar

Namun, Perumdam memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Berbagai langkah efisiensi mulai dilakukan, termasuk mengatur ulang belanja operasional dengan skala prioritas. "Kami harus tetap survive. Pelayanan kebutuhan dasar tidak bisa berhenti. Jadi kami lakukan efisiensi, memilah mana yang prioritas dan mana yang bisa ditunda," tegasnya.

Terkait kemungkinan penyesuaian tarif air, Kaharuddin menyebut hingga saat ini belum ada rencana ke arah tersebut. Perumdam masih berupaya menahan dampak kenaikan biaya agar tidak dibebankan kepada masyarakat. "Perumdam akan terus mengevaluasi dan menyesuaikan strategi operasional tanpa mengorbankan kualitas layanan," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#bahan kimia #naik #tarif air #Perumdam tirta kencana #pelayanan