SAMARINDA- Satpol PP Samarinda melalui unit BKO Samarinda Seberang mengamankan seorang perempuan asal Banjarmasin yang menggelandang bersama anaknya yang masih balita, Rabu (6/5). Keduanya ditemukan di kawasan Samarinda Seberang dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan. Kasus ini kembali menegaskan tingginya potensi warga terlantar di wilayah tersebut.
Koordinator Unit BKO Samarinda Seberang Puspa Amrin mengatakan, penanganan berawal dari laporan warga dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Perempuan tersebut diketahui tiba dari Balikpapan melalui Terminal Samarinda Seberang sebelum akhirnya dibawa ke Polsek Samarinda Seberang. “Setelah kami terima laporan, langsung kami evakuasi ke Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Dia mejelaskan perempuan itu datang tanpa membawa identitas dan sempat tidak kooperatif saat dimintai keterangan. Petugas kemudian melakukan identifikasi melalui pemindaian data di kantor kecamatan untuk memastikan asal daerahnya. “Dari hasil identifikasi diketahui berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan diduga memiliki persoalan ekonomi di daerah asal,” jelasnya.
Saat ini Dinas Sosial memberikan dua opsi penanganan, yakni tetap tinggal di Samarinda dengan catatan anaknya dititipkan di panti yang dikelola pemerintah, atau dipulangkan ke daerah asal. Langkah tersebut mempertimbangkan kondisi anak yang masih berusia sekitar dua tahun. “Kalau tidak segera ditangani, kasihan anaknya karena masih sangat kecil,” singkatnya.
Puspa menambahkan, keberadaan terminal antarprovinsi di Samarinda Seberang menjadi salah satu faktor tingginya temuan warga terlantar. Selain itu, kawasan ini juga kerap menjadi titik berkumpulnya kelompok rentan seperti ODGJ dan anak jalanan. “Hampir setiap minggu pasti ada kasus serupa, sehingga patroli dan penyisiran rutin terus kami lakukan untuk mencegah bertambahnya gelandangan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani