Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pedagang Sayur Mulai Tempati Lapak Sementara, Nasib 25 Ruko Terbakar Masih Menunggu Kajian

Denny Saputra • Jumat, 8 Mei 2026 | 17:05 WIB

TUNGGU: Beberapa pedagang sayur terlihat mulai berjualan di bangunan sementara yang sudah selesai, tetapi untuk ruko di seberangnya, masih menunggu kajian kelaikan bangunan.
MASIH MENUNGGU: Beberapa pedagang sayur terlihat mulai berjualan di bangunan sementara yang sudah selesai, tetapi untuk ruko di seberangnya, masih menunggu kajian kelaikan bangunan.

SAMARINDA- Ratusan pedagang sayur korban kebakaran Pasar Segiri, Kecamatan Samarinda Ulu, mulai menempati bangunan sementara yang telah dibangun Pemkot Samarinda senilai Rp 1,1 miliar. Aktivitas jual beli perlahan kembali berjalan setelah sebelumnya para pedagang sempat berjualan dengan kondisi terbatas pascakebakaran. Namun, hingga kini sekitara 25 ruko yang ikut terbakar masih belum tersentuh perbaikan.

Dinas Perdagangan Samarinda menyebut proses renovasi ruko belum bisa dilakukan lantaran masih menunggu hasil uji kelayakan bangunan dari Dinas PUPR Samarinda. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi konstruksi bangunan masih aman diperbaiki atau justru harus dibongkar total.

“Harus ada uji kelayakan bangunan kami lakukan. Karena tidak bisa kalau konstruksinya memang tidak boleh diperbaiki dan harus dihancurkan ya harus dihancurkan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, Jumat (8/9).

Dia menjelaskan, material beton pada bangunan ruko memerlukan pemeriksaan teknis lebih detail pascakebakaran, Kamis (26/3) lalu. Berbeda dengan bangunan berbahan kayu yang kerusakannya lebih mudah terlihat secara kasat mata.

“Kalau berdasarkan kajiannya tidak boleh ya tidak boleh. Kami juga sampaikan ke pedagang bahwa ini memang menuntut uji kelayakan,” jelasnya.

Sedikitnya terdapat sekitar 25 ruko yang mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut. Para pemilik ruko juga belum diperkenankan melakukan renovasi mandiri sebelum hasil kajian teknis keluar dari pihak berwenang. “Mereka mau memperbaiki sendiri pun kami tidak berkenan karena harus tahu uji kelayakan dulu,” tegasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#pedagang sayur #Disdag Samarinda #lapak sementara #Nurrahmani #Pasar Segiri Samarinda