KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengurangi persoalan sampah lewat teknologi pembakaran modern mulai memasuki tahap penting.
Sebanyak 10 unit mesin insinerator yang tersebar di sembilan titik di Samarinda, kini masih menjalani uji coba intensif sebelum dioperasikan penuh.
Baca Juga: Pelaku Penggada Tiket Palsu Persija vs Persib Bandung Terkuak, Ini Peran Masing-Masing
Pemkot memastikan pengoperasian fasilitas pengolah sampah berbasis termal itu dilakukan dengan ekstra hati-hati, terutama menyangkut keselamatan pekerja dan dampak lingkungan di sekitar lokasi.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Suwarso mengatakan, pembangunan TPS insinerator di sejumlah titik telah selesai dan kini memasuki tahap uji coba operasional. "Insinerator itu bagian dari sistem pengelolaan sampah termal skala kecil. Sementara untuk skala besar nantinya melalui PSEL di TPA Sambutan. Saat ini uji coba dilakukan di sembilan titik dengan total 10 unit mesin insinerator," ujarnya, Rabu (13/5).
Selama proses uji coba, tim dari Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH turut melakukan pemantauan kualitas udara di sekitar lokasi insinerator. Hasil sementara menunjukkan emisi yang dihasilkan masih berada di bawah ambang batas aman.
Baca Juga: Pengakuan Ayu Aulia soal Bupati R, Warganet Kaitkan Nama Roby Kurniawan
Mesin insinerator tipe Wisanggeni Generasi 7 yang digunakan memiliki sistem berbeda dibanding pembakaran konvensional. Asap sisa pembakaran tidak langsung dilepas ke udara melalui cerobong, melainkan dihisap menggunakan blower dan dialirkan ke bak air di bawah tanah.
"Sehingga asap tidak langsung menguap ke udara. Sedangkan residu pembakaran berupa abu nantinya dimanfaatkan untuk bahan campuran paving block," jelasnya.
Nam, DLH masih terus melakukan evaluasi terhadap pola kerja mesin maupun sistem keselamatan operasional. Pasalnya, suhu pembakaran mesin dapat mencapai sekitar 800 derajat elsius sehingga membutuhkan prosedur keamanan ketat bagi operator. "Kami ingin menemukan skema kerja yang baik dan aman. Karena ini menyangkut pembakaran suhu tinggi, maka aspek safety pekerja harus benar-benar dipastikan," ungkapya.
Baca Juga: Ayu Aulia Spill Tipis-Tipis Bupati R, Sebut Menjabat 2025-2030: Masih Muda Kok!
Selain kesiapan teknis, DLH juga memastikan anggaran operasional untuk petugas dan pengelolaan sampah di lokasi insinerator telah disiapkan tahun ini. Termasuk petugas pemilahan sampah dan distribusi bahan baku ke lokasi pembakaran.
Suwarso menambahkan, akses jalan menuju beberapa lokasi TPS insinerator juga telah ditindaklanjuti Dinas PUPR agar memudahkan mobilisasi armada pengangkut sampah.
DLH menargetkan seluruh unit insinerator dapat mulai beroperasi optimal dalam waktu dekat setelah seluruh tahapan uji coba, izin lingkungan, dan pengujian kualitas udara selesai dilakukan.
"Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa berjalan. Yang penting semua izin lingkungan dan hasil uji kualitas udara sudah lengkap," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A