SAMARINDA- Produktivitas nelayan di Kalimantan Timur terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di balik peningkatan hasil tangkapan tersebut, praktik illegal fishing masih menjadi tantangan serius yang terus dihadapi pemerintah daerah. Kondisi ini membuat pembinaan terhadap nelayan sekaligus pengawasan di laut terus diperkuat.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim Petrijansyah Noor mengatakan sektor perikanan tangkap sangat bergantung pada kondisi alam sehingga hasil tangkapan sulit diprediksi secara pasti. Sebab, ikan merupakan sumber daya migrasi yang bergerak mengikuti musim, arus, hingga kondisi suhu laut.
“Kalau perikanan tangkap ini sangat tergantung alam, beda dengan budidaya. Ikan itu berpindah-pindah, jadi kita tidak bisa memastikan secara tepat hasil tangkapan karena tergantung musim,” ujarnya, Rabu (13/5).
Meski demikian, data statistik menunjukkan produktivitas perikanan tangkap di Kaltim terus meningkat. Pada 2024, total produksi perikanan tangkap tercatat mencapai sekitar 218 ribu ton dari berbagai jenis ikan laut, dengan tren kenaikan sekitar tiga persen per tahun.
Petrijansyah menjelaskan, peningkatan produksi dilakukan melalui pembinaan kelompok nelayan dan bantuan sarana usaha. Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok yang memenuhi syarat ketat, mulai dari kepemilikan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) hingga rekomendasi pemerintah desa maupun dinas kabupaten/kota.
“Basis bantuan kita kelompok, bukan perorangan. Tujuannya supaya tepat sasaran dan bisa meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan nelayan,” jelasnya.
Selain peningkatan produksi, DKP juga terus mengingatkan nelayan agar menghindari praktik penangkapan ikan ilegal seperti bom, racun, maupun setrum. Menurutnya, penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan justru mengancam keberlanjutan sumber daya ikan dan mata pencaharian nelayan sendiri.
“Kalau sumber daya ikan rusak, sebenarnya kita membunuh diri sendiri dan teman-teman sesama nelayan yang menggantungkan hidup dari laut. Kesadaran menjaga lingkungan itu yang paling utama,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani