Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Begini Skema yang Dilakukan jika Kualitas Udara di Samarinda Memburuk Imbas Karhutla

M Hafiz Alfaruqi • Kamis, 14 Mei 2026 | 16:32 WIB
Plt Kepala DLH Kota Samarinda-Suwarso
Plt Kepala DLH Kota Samarinda-Suwarso

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ancaman kabut asap kiriman akibat jika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah tetangga Kalimantan Timur. Hal itu mulai diantisipasi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Belajar dari kejadian beberapa tahun lalu yang sempat memicu meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pemkot kini mulai menyiapkan langkah pencegahan sejak dini menghadapi musim kemarau 2026.

Baca Juga: Kuota BST Disabilitas Kaltim Dipangkas Tajam: Dari 6.000 Kini Hanya Sisa 500 Penerima

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Suwarso mengatakan, pihaknya telah menerima arahan langsung dari wali kota Samarinda untuk memperkuat pemantauan kualitas udara di tengah potensi asap kiriman dari wilayah lain seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

"Arahan dari pak wali kota agar segera menyiapkan alat ukur kualitas udara. Sampai saat ini hasil pemantauan melalui aplikasi BMKG, kualitas udara Samarinda masih kategori baik," ujarnya, Rabu (13/5).

Menurutnya, langkah antisipasi dilakukan dalam dua skema, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Untuk penanganan jangka pendek, DLH bersama instansi terkait akan terus memantau kualitas udara. Jika kondisi udara mulai memburuk dan berisiko bagi kesehatan masyarakat, pembagian masker akan segera dilakukan.

 Baca Juga: PNS Tak Bisa Naik Pangkat Jika Lakukan Ini, Ternyata Tak Lagi Cuma Soal Masa Kerja

"Kalau kualitas udara berisiko, masyarakat juga kami imbau menggunakan masker untuk mengurangi dampak gangguan pernapasan," jelasnya.

Sementara untuk jangka panjang, DLH Samarinda menggandeng sejumlah perusahaan melakukan penghijauan melalui program penanaman pohon di kawasan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Makroman.

Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah mengurangi pencemaran udara sekaligus mengurangi dampak asap kiriman akibat karhutla dari daerah lain yang terbawa angin ke wilayah Samarinda.

"Penanaman pohon itu bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi dampak pencemaran udara," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#asap #Skema #terpapar radioaktif #samarinda #karhutla