Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kuota Hampir Terpenuhi, 210 Siswa Disiapkan Masuk Sekolah Rakyat di Palaran

Denny Saputra • Rabu, 10 Juni 2026 | 11:15 WIB
RIANG: Beberapa murid SRT 57 beraktivitas di sekitar kompleks sekolah sementara di gedung BPVP Samarinda, usai jam pelajaran, beberapa waktu lalu. (DOK/KP)

 

 
RIANG: Beberapa murid SRT 57 beraktivitas di sekitar kompleks sekolah sementara di gedung BPVP Samarinda, usai jam pelajaran, beberapa waktu lalu. (DOK/KP)    

 

SAMARINDA – Proses penjaringan calon peserta didik Sekolah Rakyat di Samarinda terus berjalan. Hingga pertengahan Juni, kuota 210 siswa yang disiapkan untuk tahun ajaran baru disebut hampir terpenuhi melalui mekanisme penjangkauan yang dilakukan tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos PM) Samarinda Arif Surochman menjelaskan, tahun ini terjadi perubahan skema penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kota Tepian. Jika sebelumnya terdapat tiga satuan Sekolah Rakyat, kini seluruhnya ditransformasikan menjadi satu sekolah yang akan beroperasi di Kecamatan Palaran.

“Di tahun ini transformasi menjadi satu Sekolah Rakyat, yaitu Sekolah Rakyat 48 yang nanti ditempatkan di Palaran,” ujarnya, dikonfirmasi, Rabu (10/6).

Arif menerangkan, formasi yang disiapkan mencapai 210 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 60 siswa jenjang SD, 60 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Berbeda dengan sekolah umum yang membuka pendaftaran terbuka, rekrutmen Sekolah Rakyat dilakukan melalui sistem penjangkauan berbasis data pemerintah pusat.

Data calon peserta didik berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama kelompok masyarakat Desil 1 dan Desil 2. Nama-nama yang masuk kriteria kemudian didatangi langsung oleh pendamping PKH untuk diberikan penjelasan mengenai program tersebut.

“Data calon siswa sudah diberikan dari kementerian. Pendamping PKH melakukan penjangkauan, menjelaskan program Sekolah Rakyat, lalu meminta kesediaan mereka untuk mengikuti program,” katanya.

Penjangkauan telah berlangsung sejak 1 Mei lalu. Saat ini proses tabulasi dan verifikasi data masih dilakukan sebelum penetapan peserta didik secara nasional oleh Kementerian Sosial.

Menurut Arif, proses tahun ini berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya karena masyarakat mulai memahami konsep Sekolah Rakyat. Evaluasi pelaksanaan tahun lalu juga menjadi bekal untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan.

“Insyaallah kita optimistis kuota terpenuhi. Kalau ada kendala di lapangan, kami koordinasikan dan meminta arahan dari Kementerian Sosial. Yang pasti kami prioritaskan peserta dari Desil 1 dan Desil 2,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#palaran #Sekolah Rakyat #program PKH