Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tahun Ajaran Baru Sekolah Rakyat Samarinda Belum Dipastikan, Menunggu Kebijakan Kemensos

Denny Saputra • Rabu, 10 Juni 2026 | 19:00 WIB
AKTIF:  Beberapa murid SRT 57 beraktivitas di sekitar asrama usai kegiatan KBM di kelas.
AKTIF: Beberapa murid SRT 57 beraktivitas di sekitar asrama usai kegiatan KBM di kelas.

SAMARINDA – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda yang beroperasi di kompleks BPVP Samarinda, Kecamatan Sungai Kunjang, masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait pelaksanaan tahun ajaran baru 2026/2027. Kepastian tersebut berkaitan dengan progres pembangunan kompleks Sekolah Rakyat permanen yang saat ini dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum di Kecamatan Palaran.

Kepala SRT 57 Samarinda, Pahrijal, menjelaskan bahwa para siswa saat ini telah menyelesaikan asesmen akhir semester genap sebagai bagian dari proses kenaikan kelas. Setelah pembagian rapor pada pertengahan Juni, siswa akan memasuki masa libur semester sambil menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Sosial.

Baca Juga: Kuota Hampir Penuh, Pendamping PKH Genjot Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat di Samarinda

“Seperti sekolah reguler, siswa juga akan menjalani libur panjang,” ujarnya, Rabu (10/6).

Menurut Pahrijal, hingga kini belum ada keputusan final mengenai pola pembelajaran pada tahun ajaran baru. Pemerintah pusat masih menunggu perkembangan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen yang nantinya akan menjadi pusat kegiatan belajar seluruh siswa Sekolah Rakyat di Samarinda.

“Untuk saat ini kami masih menunggu arahan dari Kemensos. Karena memang ada rencana seluruh Sekolah Rakyat sementara akan digabung ke sekolah permanen, yakni SR 48,” jelasnya.

Informasi sementara yang diterima pihak sekolah mengarah pada penggabungan tiga Sekolah Rakyat Terintegrasi di Samarinda, yakni SRT 24, SRT 57, dan SRT 58. Namun, skema tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah pusat.

“Kepastiannya masih menunggu keputusan dari pusat,” katanya.

Selain menunggu kepastian lokasi belajar, pihak sekolah juga belum menerima informasi resmi terkait jadwal masuk siswa setelah masa liburan. Berbeda dengan sekolah reguler, siswa Sekolah Rakyat biasanya masuk lebih awal untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, persiapan asrama, serta penataan kebutuhan logistik.

Baca Juga: Kuota Hampir Terpenuhi, 210 Siswa Disiapkan Masuk Sekolah Rakyat di Palaran

“Tentunya waktu masuk sekolah pada tahun ajaran baru akan lebih awal. Kami perlu melakukan pembersihan asrama hingga pemeriksaan kesehatan kembali kepada anak-anak,” ungkapnya.

Meski demikian, kegiatan pendidikan di SRT 57 Samarinda tetap berjalan normal hingga akhir semester. Sekolah juga terus memperkuat fasilitas pendukung pembelajaran sembari mempersiapkan transisi menuju sistem Sekolah Rakyat permanen yang ditargetkan menjadi pusat layanan pendidikan bagi keluarga kurang mampu di Samarinda.

“Saat ini aktivitas berjalan seperti biasa. Setelah ujian ini kami akan mengajak anak-anak mengikuti outing class, dan program tersebut memang sudah terjadwal,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#kemensos #Sekolah Rakyat Samarinda #tahun ajaran baru